Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Buaya Muncul Saat Banjir, Jadi Objek Hiburan

Muhammad Erwinsyah • Rabu, 27 Januari 2021 | 12:36 WIB
buaya-muncul-saat-banjir-jadi-objek-hiburan
buaya-muncul-saat-banjir-jadi-objek-hiburan

NUNUKAN – Keberadaan buaya yang kerap muncul di saat banjir di Kecamatan Sembakung, ternyata sudah menjadi hal lumrah. Bahkan, menjadi hiburan masyarakat Sembakung.


Itu diungkapkan Kepala Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Syahrial saat dikonfirmasi perkembangan banjir di desanya yang paling terdampak banjir. Soal banjir, air sudah sempat surut, namun ketinggian air kembali hingga 3 meter lebih.


“Sudah biasa itu, orang Sembakung tidak terlalu takut dengan kehadiran mereka, apalagi buaya sungai Sembakung di sini, tidak usah ditanyalah, banyak sekali,” ujar Syahrial.


Bahkan karena sudah terbiasa dengan buaya, masyarakat terkadang menjadikannya hiburan untuk sekadar berfoto dengan buaya. Buaya jika tidak diganggu keberadaannya, dipastikan tidak akan mengganggu manusia meski hidup berdampingan.  “Kalau kejadian orang kecelakaan karena buaya itu, karena kelalaian nelayan yang biasa menangkap ikan menggunakan setrum. Buaya terkadang ikut kena setrum, buaya jadi marah, buaya itu kan pendendam, apalagi masih banyak yang percaya buaya itu asalnya dari manusia,” beber Syahrial.


Sementara itu, Kasubdit Kedaruratan BPBD Nunukan, Hasan saat ditanya soal keberadaan buaya di Sembakung, membenarkannya. Buaya memang sering bermunculan di pinggiran sungai bahkan tak jarang buaya memasuki pemukiman masyarakat.


“Mereka (warga Sembakung) mengaku sudah biasa terjadi, naik buaya itu sebenarnya bukan karena banjir saja, tapi memang sudah sering, apalagi banjir, bisa sering bermunculan. Kalau kita tetap mengimbau mereka untuk selalu berhati-hati, apalagi jika buaya kelihatan muncul, usahakan jangan keluar rumah, kami selalu imbau ke masyarakat,” kata Hasan mengakui.


Sementara soal tanggap darurat bencana banjir Sembakung sudah berakhir sejak Senin (25/1) kemarin. Semua logistik bantuan juga telah disuplai ke Sembakung seperti 12 kilogram beras yang sudah disalurkan ke masing-masing warga yang terdampak.


Sementara untuk perkembangan tinggi air, hingga pukul 08.00 WITA, Selasa (26/1) ketinggian air di Sembakung masih berada di tinggi 3,4 meter. Meski begitu, sejatinya air tetap akan perlahan turun. Bahkan air sudah pernah surut di ketinggian 2,1 meter. (raw/lim)

Editor : Muhammad Erwinsyah