0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Enaknya Musim Durian, di Sebatik, Bersantap Durian di Bawah Pohon

Muhammad Erwinsyah • Sabtu, 18 Agustus 2018 | 22:36 WIB
enaknya-musim-durian-di-sebatik-bersantap-durian-di-bawah-pohon
enaknya-musim-durian-di-sebatik-bersantap-durian-di-bawah-pohon

MUSIM durian di Sebatik telah berlangsung sejak Juli lalu. Sejumlah masyarakat dari daerah lain di Kaltara pun silih berganti menyambangi Sebatik. Tujuannya, tak ingin melewatkan nikmatnya menyantap durian yang baru jatuh dari pohon. Walaupun, di sejumlah ruas jalan, pasar durian sangat mudah ditemui.


Setiap akhir pekan, Dermaga Sei Jepun, Nunukan Selatan terus dipadati penumpang. Tujuan utama ke Sebatik berburu durian. Untuk tiba di Desa Maspul, dari Pelabuhan Rakyat Mantikas setidaknya membutuhkan waktu hingga satu jam.


Madi, salah seorang warga Nunukan yang memilih ke Sebatik bersama sejumlah rekannya mengaku ingin menikmati waktu bersantap durian langsung di bawah pohon. Ia mengaku, untuk sampai di Desa Mantikas harus mengeluarkan biaya lebih.


Menggunakan roda dua dari Nunukan kemudian menumpangi perahu kelotok menuju Mantikas. Dari Mantikas kemudian melanjutkan perjalanan darat selama sejam. “Berburu durian harus mengeluarkan biaya tinggi. Tetapi tak menjadi masalah. Ini bukan soal harga, tapi kenikmatan dan keseruannya yang diinginkan,” ujarnya.


Harga durian yang ditawarkan tak jauh berbeda dengan harga di tahun sebelumnya. Masyarakat yang ingin menikmati buah durian, Rp 25 ribu per kilogram (kg). Serta jika ingin langsung membeli per kantong dengan harga Rp 200 ribu.


Tentunya, membeli durian di kebun membuatnya Anda dapat memilik dan menunggu buah yang baru saja jatuh dari pohonnya. Sehingga, sensasi dan kenikmatan tersendiri jika langsung menyantap durian di bawah pohonnya. “Sebab, buah durian baru jatuh dari pohonnya lalu dimakan ini berbeda dengan yang dijual kemudian,” bebernya.


Selian menjadi buruan warga Nunukan, pengakuan Zainuddin salah satu pemilik kebun durian di Sebatik, juga menjadi incaran warga Tawau, Malaysia. Setiap harinya, keuntungan yang ia peroleh mencapai Rp 1 juta, bahkan bisa lebih.


Banyaknya warga memilih ke Sebatik juga membuat pelaku transportasi seperti kapal tradisional diuntungkan. Dikarenakan, warga Nunukan mayoritas menyewa perahu dengan biaya Rp 350 ribu untuk pergi dan pulang dari Dermaga Sei Jepun menuju Binalawan. Belum lagi mereka yang datang berkelompok. Tertarik mencoba dan menikmati akhir pekan Anda di perbatasan? Jangan ragu. (akz/lim)

Editor : Muhammad Erwinsyah