0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Desa Sejahtera Astra Kemiren Jaga Budaya Osing, Gerakkan Kesejahteraan Masyarakat Banyuwangi

Rahul • Selasa, 7 Juli 2026 | 13:08 WIB
Kehidupan seperti inilah yang masih dapat dijumpai di desa tempat masyarakat Osing, suku asli Banyuwangi, menjaga tradisi dan kearifan lokal sebagai kekuatan penggerak kesejahteraan desa secara turun-temurun.
Kehidupan seperti inilah yang masih dapat dijumpai di desa tempat masyarakat Osing, suku asli Banyuwangi, menjaga tradisi dan kearifan lokal sebagai kekuatan penggerak kesejahteraan desa secara turun-temurun.

BANYUWANGI – Suara kayu lesung yang berpadu mengiringi suasana pagi di halaman rumah berarsitektur khas Osing menjadi sambutan hangat bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur.

Kehidupan seperti inilah yang masih dapat dijumpai di desa tempat masyarakat Osing, suku asli Banyuwangi, menjaga tradisi dan kearifan lokal sebagai kekuatan penggerak kesejahteraan desa secara turun-temurun.

Masyarakat Desa Sejahtera Astra Kemiren secara konsisten melestarikan budaya Osing melalui berbagai tradisi, seperti upacara adat Barong Ider Bumi dan Tumpeng Sewu, Tari Gandrung, kuliner lokal, musik tradisional, hingga arsitektur khas Osing. Seluruh kekayaan budaya tersebut menjadi identitas sekaligus potensi yang menggerakkan kehidupan masyarakat.

Potensi itu kemudian diperkuat Astra sejak 2024 melalui program Desa Sejahtera Astra. Bersama masyarakat dan para penggerak lokal, Astra mengembangkan empat bidang utama, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, sehingga pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Program tersebut telah menjangkau sekitar 300 warga dan memperkuat peran mereka sebagai pelaku utama desa wisata. Saat ini terdapat 50 homestay dengan total 92 kamar, 40 pelaku usaha lokal di bidang kuliner, kerajinan, dan kopi, serta 40 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata sekaligus pelestarian budaya Osing.

Pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis juga meningkat sekitar 33 persen, dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Perkembangan ini menunjukkan bahwa budaya yang terus dijaga masyarakat mampu tumbuh menjadi sumber penghidupan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat desa.

"Desa Sejahtera Astra Kemiren menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat dapat berjalan beriringan. Melalui penguatan pada bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, Astra percaya bahwa warisan budaya Osing tidak hanya tetap lestari, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas hidup, peluang usaha, dan kesejahteraan yang berkelanjutan," ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto.

Penguatan Desa Sejahtera Astra Kemiren dilakukan secara menyeluruh sesuai kebutuhan masyarakat.

Pada bidang kesehatan, Astra berkontribusi meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan layanan Posyandu, penyediaan sarana kesehatan dasar, dukungan terhadap kesehatan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Di bidang pendidikan, Astra memperkuat layanan PAUD melalui penyediaan sarana belajar dan alat permainan edukatif, dukungan kegiatan pembelajaran, serta pengenalan budaya lokal kepada generasi muda. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan budaya Osing dengan melibatkan generasi penerus sejak usia dini.

Seiring berkembangnya aktivitas wisata, pengelolaan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan desa. Masyarakat didampingi dalam pengelolaan sampah organik dan nonorganik, pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik, pengembangan fasilitas biogas, pembentukan kelompok sadar lingkungan, serta penyediaan sarana pengelolaan sampah dan kompos.

Sementara itu, pada bidang kewirausahaan, Astra mendukung pengembangan Desa Wisata Adat Osing Kemiren melalui penguatan sarana penunjang wisata, pemberdayaan UMKM lokal, peningkatan kapasitas Pokdarwis, pengembangan homestay dan usaha masyarakat, serta promosi wisata budaya Osing sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Konsistensi masyarakat dalam menjaga budaya dan mengembangkan potensi desa turut mendapat apresiasi di tingkat nasional maupun internasional. Sejak 2019, Desa Kemiren telah menerima berbagai penghargaan, antara lain Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), dan ASEAN Tourism Award 2025.

Pada tingkat internasional, Desa Sejahtera Astra Kemiren juga terpilih sebagai bagian dari The Best Tourism Village Upgrade Programme 2025, yang semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata budaya berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Selain melalui program Desa Sejahtera Astra, Astra bersama Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra juga membina kelompok tani buah naga di Desa Sumbermulyo, Banyuwangi.

Pendampingan dilakukan bersama Pusat Pengembangan UMKM (PPU) melalui penguatan mentalitas dan organisasi kelompok, peningkatan kompetensi budidaya organik, perbaikan kualitas pascapanen sesuai standar offtaker, serta fasilitasi akses pemasaran dan pembiayaan.

Hasilnya, para petani berhasil memperoleh sertifikasi budidaya organik. Total panen meningkat dari 316 ton pada 2021 menjadi 595 ton pada 2025, sementara omzet kelompok tani melonjak dari Rp1,9 miliar menjadi Rp11,9 miliar pada periode yang sama.

Produk buah naga segar maupun olahan kini telah menembus pasar domestik hingga ekspor ke Singapura dan Hong Kong. Selain dijual dalam bentuk buah segar, buah naga juga diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti sale buah naga dan buah naga dehidrasi.

Semangat Astra dalam mengembangkan desa bersama masyarakat, seperti yang dilakukan di Desa Sejahtera Astra Kemiren, sejalan dengan cita-cita perusahaan untuk sejahtera bersama bangsa sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

 
Editor : Rahul
#banyuwangi #tarakan #kaltara #astra