0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

BRI Perluas Akses Pembiayaan Rumah Subsidi, DukungRealisasi Program 3 Juta Rumah Melalui Penambahan KuotaFLPP 25.000 Unit

Radar Tarakan • Rabu, 6 Agustus 2025 | 07:39 WIB

Photo
Photo


Jakarta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terusmemperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalammemperluas akses kepemilikan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Melalui kerja sama denganKementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta BP Tapera, BRI mendapatkan mandat untuk menyalurkan tambahankuota Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas PembiayaanPerumahan (KPR FLPP) pada tahun 2025.

Tahun ini, BRI dipercaya menyalurkan FLPP sebanyak 25.000 unit, meningkat sebesar 7.300 unit dari kuota sebelumnya yang berjumlah 17.700 unit. Penambahan kuota ini menjadi bagian daridukungan BRI terhadap Program 3 Juta Rumah yang dicanangkanpemerintah, dengan tujuan menyediakan hunian yang layak, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Adapun, komitmen ini diresmikan melalui Penandatanganan MoU Kuota Penyaluran dan Akad Massal 1.000 Nasabah KPR Subsidiyang berlangsung di Menara BRILiaN, Jakarta, Selasa (5/8/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Direktur Utama Hery Gunardiserta Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.

Untuk mempercepat realisasi penyaluran tersebut, akad inidilaksanakan secara serentak oleh 1000 MBR di 75 kantor cabangBRI yang tersebar di seluruh Indonesia, bersama dengan notaris dan developer perumahan bersubsidi mitra BRI.

Dalam sambutannya, Direktur Utama BRI Hery Gunardimengatakan dengan adanya Penandatanganan MoU & Akad Massalini, backlog kepemilikan perumahan diharapkan semakin kecilsehingga semakin banyak masyarakat yang hidup dengan lebihnyaman dan sejahtera.

Kami terus berupaya mengekspansi program ini agar penyalurannya dapat terserap maksimal sehingga semakin banyakmasyarakat yang dapat memiliki hunian. Tentunya kami juga tetapmenerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap prosesnya, agar bisnis tetap tumbuh sehat,” ujarnya.

Sebagai salah satu mitra penyalur KPRS, saat ini BRI merupakansalah satu bank penyalur kredit terbanyak dengan mayoritaspembiayaan KPRS terbesar berasal dari program FLPP. Per Juni 2025, KPRS BRI telah diberikan kepada lebih dari 101 ribupenerima manfaat dengan outstanding mencapai Rp13,79 Triliun. Dari penyaluan tersebut, sekitar 97% merupakan outstanding FLPP dengan kualitas kredit yang tetap terjaga.

Artinya kita menyalurkan dengan tata Kelola yang baik, tercermindari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan) yang berada di level rendah, yakni 1,1%. Jadi, tetap aman,” ujar Hery Gunardi.

Pada kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Siraitmenegaskan bahwa sektor perumahan memiliki dampak berganda(multiplier effect) yang sangat besar terhadap berbagai subsektorekonomi lainnya.

“Tapi memang di soal perumahan akan menggerakkan banyaksekali industri. Dari segi itu akan ada developer, kontraktor, kemudian juga dari demand-nya akan ada. Saya minta ini dukunganpenuh dari BRI supaya kita bisa membuat sejarah, ya membuatsejarah bagi Indonesia yang lebih baik, lebih berkeadilan,” ujarMaruarar.

Sebagai informasi, berdasarkan Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2023, backlog kepemilikan rumahnasional tercatat sebesar 9,9 juta. Jika dilihat lebih dalam, sebanyak83,4% dari backlog ini berasal dari rumah tangga berpenghasilanrendah dan kelompok miskin.

Program FLPP sendiri dirancang oleh pemerintah sebagai skemapembiayaan dengan dana murah yang disalurkan melalui lembagakeuangan penyalur yaitu BP Tapera. Di mana hal ini bertujuanuntuk mengatasi tantangan backlog perumahan nasional yang masihtinggi.

Dalam implementasinya, FLPP menyasar masyarakatberpenghasilan rendah dengan mengikuti ketentuan zona wilayah. Skema ini juga memberikan akses terhadap kepemilikan rumahpertama melalui ketentuan pembiayaan yang lebih ringan, sepertisuku bunga tetap maksimal 5% dan tenor kredit hingga 20 tahun.

 

Editor : Azwar Halim
#tarakan #bri