Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Saksi Bisu Bersemainya Bibit Demokrasi, Kediaman Pribadi Habibie-Ainun Dibuka untuk Umum

Radar Tarakan • Sabtu, 18 Januari 2025 | 13:00 WIB

 

ISTIMEWA DIBUKA UMUM: Acara peresmian kediaman mendiang Habibie dan Ainun yang dibuka untuk umum.
ISTIMEWA DIBUKA UMUM: Acara peresmian kediaman mendiang Habibie dan Ainun yang dibuka untuk umum.

JAKARTA - Wisma Habibie & Ainun (WHA) atau kediaman pribadi Presiden ke-3 Republik Indonesia, mendiang Bacharuddin Jusuf Habibie dan Hasri Ainun Habibie, yang tarletak di Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta, dibuka untuk umum.

Nadia Habibie,cucu pertama sekaligus Duta Wisma Habibie & Ainun mengatakan, pihak keluarga membuat keputusan besar membuka Wisma Habibie & Ainun  untuk umum untuk menjalankan amanat terakhir Habibie supaya rumah pribadinya bisa membawa kemanfaatan bagi masyarakat Indonesia.

WHA dibuka untuk umum diharapkan dapat memberikan  banyak pelajaran yang bisa didapat para pengunjung dari mendiang Habibie dan Ainun.

"Ini kembali lagi ke nilai-nilai Eyang. Dulu, Eyang selalu berkaca kalau dia sukses, tapi kasuksesannya bukan diartikan dalam hal kaya atau tajir. Melainkan kontribusinya pada negara," kata Nadia dalam keterangan tertulis diterima Jawa Pos (Jawa Pos Group).

Para pengunjung dapat menyaksikan secara langsung sejumlah lokasi menarik di kediaman Habibie dan Ainun yang menjadi saksi bisu sejarah bersemainya gagasan intelektual tentang demokrasi dan pembangunan Indonesia.

Rumah pribadi Habibie dan Ainun ini memang mencerminkan nilai-nilai mendalam yang diyakini dan hidup seiring perjalanan kehidupan mereka.

Mulai tentang penghayatan akan cinta, pergumulan intelektualitas, hingga gagasan demokrasi yang dipraktekkan Habibie dengan sangat baik dalam konteks berbangsa dan bernegara.

Salah satu lokasi yang penuh dengan nilai historis adalah Rumah Pendopo yang berdiri sejak 1978 di dalam kompleks Wisma Habibie & Ainun. Tempat ini menjadi saksi sejarah dimana benih-benih demokrasi Indonesia dilahirkan.

Terlebih pada masa Reformasi dengan warisan seperti lebih dari 200 perubahan regulasi, rapat-rapat penting dan detik-detik yang sangat menentukan perjuangan demokrasi, diputuskan di pendopo ini.

Selain itu, WHA juga mencerminkan keberagaman budaya, alam, dan keyakinan, yang ditampilkan dalam simbol-simbol seperti panel budaya dari lima pulau besar, flora dan fauna Indonesia, serta panel agama yang menggambarkan harmoni keyakinan, juga ditonjolkan dalam wisma ini.

Filosofi cinta dan persatuan yang dipegang Eyang Habibie dan Ainun sebagai kompas moral juga terlihat menginspirasi dalam desain rumah pribadi Habibie. Selain itu, juga terdapat perpustakaan yang melambangkan pencerahan intelektual dan karya besar bagi bangsa.

Bagi Habibie dan Ainun, rumah bukan hanya tempat untuk beristirahat. Lebih dari itu, juga menjadi tempat untuk berbagi cinta dan pengabdian pada pasangan hingga pengabdian pada bangsa dan negara.

Di WHA, kita juga dapat menyaksikan manifestasi dari imtaq dan iptek yang digagas oleh  Habibie dan Ainun.

Sinergi positif antara budaya dan agama yang menghasilkan iman dan taqwa membimbing manusia menuju kehidupan yang penuh dengan kebaikan.

Jika diseimbangkan antara iman dan takwa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan membawa diri kita samua untuk menjalankan hidup yang lebih bermakna, sehingga dapat berkontribusi positif pada orang lain. (jpg/lim)

Editor : Azwar Halim
#demokrasi #jakarta #habibie ainun #kediaman