Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Minim Segalanya, RS Pratama Long Ampung Tetap Beri Pelayanan

Sopian Hadi • Rabu, 17 Januari 2018 | 13:40 WIB
minim-segalanya-rs-pratama-long-ampung-tetap-beri-pelayanan
minim-segalanya-rs-pratama-long-ampung-tetap-beri-pelayanan

MALINAU-Rumah Sakit (RS) Pratama Long Ampung yang ada di Kecamatan Kayan Selatan saat ini sudah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Mulai dari pelayanan poli umum hingga dan pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga dibuka sejak pagi hingga pukul 14.00 siang.


“Kalau IGD-nya itu kan 24 jam,” sebut Camat Kayan Selatan Edris Subagiyono S.P kepada media ini saat dikonfirmasi di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa  (DPMD) Malinau, Jalan Pusat Pemerintahan, Tanjung Belimbing, Selasa (16/1) kemarin.


Dijelaskan Edris Subagiyono, bagi pasien yang ingin berobat ke RS Pratama tersebut lebih banyak mendapatkan rujukan dari Puskesmas atau puskesmas pembantu (Pustu) setempat. Baik dari Puskesmas Long Ampung sendiri, Puskesmas Data Dian maupun Puskesmas Long Nawang. “Sekarang ini yang paling sering memanfaatkan pelayanan di Rumah Sakit Long Ampung itu masyarakat dari dua kecamatan, Kayan Hulu dan Kayan Selatan,” sebutnya.


Sedangkan untuk warga Kecamatan Kayan Hilir dan Sungai Boh jika dirujuk ke Rumah Sakit Long Ampung akan kesulitan membawanya karena jalur yang terlalu jauh. “Biasanya (warga Sungai Boh dan Kayan Hilir), mereka malah lebih sering ke Malinau lewat pesawat. Tapi kalau warga Kayan Hulu dan Kayan selatan malah sering ke situ,”  ujar mantan Camat Pujungan ini.


Meskipun sudah ada rumah sakit, menurut Edris Subagiyono, masyarakat tetap melalui jalur pelayanan kesehatan di puskesmas dulu. Namun tak jarang juga masyarakat yang langsung datang berobat ke Rumah Sakit Pratama Long Ampung melalui pelayanan poli umum. Sebab, walaupun jumlah tenaganya masih relatif sedikit tetapi cukup lengkap mulai dari tenaga bidan, tenaga dokternya, perawatnya, analis kesehatannya.


“Dokternya 4 itu satu PNS dan 3 PTT, Bidan 1 PNS dan 4 PTT, perawatnya 3 yang PNS dan 5 PTT, perawat  gigi 1 PTT, apotekernya 1 PTT, farmasi 1 PTT, tenaga kesehatan masyarakatnya ada 3 PTT, rekam medis 4 PTT, operator genset dan umum itu ada 2 orang, sekuriti 2 orang,  CS-nya ada 3 orang.  Jadi, jumlahnya 29 orang,” sebutnya.


Karenanya, sambung Edris Subagiyono, masyarakat sudah sangat antusias sekali atas hadirnya pelayanan rumah sakit ini daripada harus ke kota besar lantaran sudah lengkap tenaga medisnya. “Disamping itu, keluarga juga lebih dekat dan bisa menunggu atau menjaga ketika dirawat inap di rumah sakit itu karena bisa lewat darat,” tegas mantan Camat Malinau Barat ini.


Sementara diakui memang fasilitas di RS Pratama Long Ampung memang ada tapi terbatas. Terutama untuk sumber energi penerangannya, dimana ada genset tapi biaya operasionalnya sangat tinggi karena harga BBM di wilayah Apau Kayan  khususnya di Kayan Selatan sangat mahal, mencapai Rp 25 ribu  per liternya.  Sehingga, genset dihidupkan atau digunakan jika memang ada pasien yang dirawat inap. Jika tidak ada, maka hanya dihidupkan pada saat jam kerja saja itupun dalam waktu yang tidak lama. “Sedangkan untuk lampu malam di ruangan rumah sakit itu menggunakan lampu PLTS komunal sebagai tenaga lampu saja. Kalau dipakai  untuk alat-alat yang lain tidak cukup,” aku Edris Subagiyono.


Untuk diketahui, pada tahun 2017 lalu pihaknya sempat melakukan koordinasi dengan Badan Perbatasan Kabupaten Malinau untuk pengadaan bantuan khusus PLTS guna membantu penerangan di Long Ampung, Kayan Selatan. Saat itu bersamaan juga dengan daerah Long Nawang Kecamatan Kayan Hulu. “Namun setelah dilakukan pengecekan, ternyata lebih diprioritaskan untuk daerah Long Nawang dulu. Mudah-mudahan tahun ini giliran Long Ampung, Kayan  Selatan yang dapat,” tukasnya. (ida/fly)

Editor : Sopian Hadi