MALINAU - Pemerataan tenaga pendidik masih menjadi pekerjaan rumah dalam peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Ketimpangan jumlah dan sebaran guru kerap berdampak pada tidak meratanya layanan pendidikan, terutama di wilayah terpencil dan perbatasan.
Kabupaten Malinau sendiri masih menghadapi berbagai permasalahan akses pendidikan, khususnya pada sekolah-sekolah yang berada di wilayah pedalaman dan perbatasan. Keterbatasan akses serta minimnya sarana dan prasarana menjadi tantangan dalam pemerataan layanan pendidikan.
Kondisi tersebut mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau untuk melakukan pembenahan, salah satunya melalui pemetaan ulang distribusi guru berbasis data Dapodik yang telah diperbarui.
Kepala Dinas Pendidikan Malinau, Fiteriady, mengatakan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah mencocokkan data terbaru dengan data sebelumnya untuk memastikan validitas informasi di lapangan. “Setelah data Dapodik ini kita validasi, nanti akan kita sandingkan dengan data awal. Kalau datanya sama, baru kita paparkan ke pimpinan dan berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk BKPP,” ujarnya kepada Radar Tarakan.
Dari hasil pendataan sementara, ditemukan adanya ketimpangan distribusi guru. Beberapa sekolah mengalami kelebihan tenaga pengajar, sementara sekolah lain justru kekurangan, termasuk pada mata pelajaran tertentu. “Seperti guru PJOK, Bahasa Inggris, dan agama, di beberapa sekolah masih kurang. Tapi ada juga sekolah yang justru kelebihan guru di bidang tersebut. Ini yang akan kita benahi melalui redistribusi,” jelasnya.
Selain pemerataan distribusi, Disdik juga akan melakukan pendataan lanjutan terkait kualitas dan kompetensi guru. Hal ini mencakup status pendidikan, sertifikasi, hingga uji kompetensi yang telah diikuti oleh para tenaga pendidik. “Kita ingin semua data ini sinkron. Mana guru yang sudah sarjana, mana yang belum, yang sudah sertifikasi, dan yang sudah ikut uji kompetensi,” tambahnya.
Ia menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan peningkatan mutu pendidikan di Malinau. Dengan data yang akurat dan kebijakan yang tepat, diharapkan kesenjangan pendidikan dapat ditekan. “Memang cukup padat, tapi ini penting untuk mengejar ketertinggalan pendidikan kita,” tutupnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim