Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Anggaran SOA Malinau 2026 Turun, Subsidi Udara Kini Rp 40 Miliar

Dip Ratar • Minggu, 22 Februari 2026 | 16:10 WIB

 

Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Malinau, Erly Sumiyati.
Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Malinau, Erly Sumiyati.
MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau memastikan program subsidi ongkos angkut (SOA) tetap berjalan pada 2026 meski mengalami penurunan pagu anggaran di sejumlah sektor, baik udara, darat, maupun sungai.

Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Malinau, Erly Sumiyati menyampaikan bahwa pagu anggaran SOA untuk transportasi udara tahun ini sebesar Rp 40 miliar. Angka tersebut menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 48.284.392.000.

“Kalau untuk udara memang ada penurunan. Tahun lalu sekitar Rp 48 miliar, sekarang pagunya Rp 40 miliar,” ujarnya.

Tak hanya sektor udara, anggaran SOA sungai juga mengalami penurunan cukup signifikan. Pada 2025 lalu, alokasi untuk sungai mencapai Rp 20,71 milliar, sementara pada 2026 ini turun menjadi sekitar Rp 10,06 milliar.

Sementara itu, untuk angkutan SOA darat, tahun lalu dianggarkan Rp 2,95 milliar dan tahun ini menjadi sekitar Rp 2,4 miliar. Sedangkan dukungan untuk operasional Damri dialokasikan sebesar Rp 250 juta.

Meski terjadi penurunan anggaran, pemerintah memastikan pelayanan tetap berjalan optimal, pelayanan transportasi udara tetap mencakup tujuh rute yang tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Kayan Selatan, Sungai Boh, Kayan Hilir, Pujungan, Bahau Hulu, dan Mentarang Baru.

Tujuh rute tersebut meliputi Long Ampung dengan jadwal empat kali dalam seminggu, Mahak Baru tiga kali, Data Dian dua kali, Long Sule dua kali, Pujungan dua kali, serta Long Pala satu kali dalam seminggu. Khusus Long Pala, frekuensi penerbangan disesuaikan dengan jumlah penumpang.

Erly menegaskan, meskipun pagu berkurang, komitmen pemerintah daerah dalam menjaga konektivitas wilayah terpencil dan perbatasan tetap menjadi prioritas. Program SOA dinilai sangat vital bagi mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta mendukung akses layanan kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya di Kabupaten Malinau. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim