Nama Desa Sempayang kembali mencuat setelah Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, menyebutnya sebagai salah satu dari tiga desa paling berprestasi se-Kaltara pada peringatan Hari Otonomi Desa se-Kaltara yang digelar di Kecamatan Mentarang, Malinau.
Di balik capaian tersebut, ada sosok Aprem, Kepala Desa Sempayang, yang memiliki latar belakang unik dan inspiratif. Pria berusia 46 tahun ini bukan lulusan teknik atau pertanian, melainkan Sarjana Teologi. Namun, hobi dan ketertarikannya pada dunia mesin justru menjadi kunci lahirnya berbagai inovasi desa.
“Pendidikan saya Teologi, jauh dari dunia mesin. Tapi saya memang punya hobi dan ketertarikan di bidang itu,” ungkap Aprem saat diwawancarai Radar Tarakan.
Kemampuan mekanik Aprem diperoleh secara otodidak. Dari kegemaran membongkar dan merakit mesin sederhana, ia mulai berpikir bagaimana keahliannya dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat, khususnya para petani.
“Saya melihat petani kita bekerja sangat berat di lapangan. Dari situ muncul pikiran, bagaimana hobi saya ini bisa meringankan pekerjaan mereka,” ujarnya.
Bersama tim Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Desa Sempayang, Aprem mengembangkan sejumlah alat pertanian sederhana namun fungsional. Inovasi tersebut terbukti meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas warga.
Upaya itu berbuah manis. Pada 2024 lalu, Desa Sempayang berhasil meraih Juara I Tingkat Nasional kategori Inovasi Desa, menjadikannya salah satu contoh keberhasilan penerapan teknologi tepat guna di wilayah perdesaan.
Saat ini, Desa Sempayang tengah menargetkan produksi jagung hingga 100 ton per tahun, dengan dukungan teknologi hasil karya desa sendiri. Tidak berhenti di sektor produksi, Aprem juga menyiapkan arah pembangunan ke tahap hilirisasi produk.
“Ke depan kita tidak hanya menjual bahan mentah. Target kita produk jadi, seperti jagung kemasan, supaya nilai tambahnya dinikmati langsung oleh masyarakat desa,” jelasnya.
Aprem sendiri merintis pengabdian dari bawah, dimulai sebagai Ketua RT pada 2017, sebelum dipercaya memimpin Desa Sempayang. Ia berharap desanya dapat menjadi contoh desa mandiri dan inovatif di Kabupaten Malinau.
Baginya, penghargaan dan pengakuan nasional bukanlah tujuan utama, melainkan bonus dari kerja keras membangun desa dengan kreativitas dan keberpihakan pada masyarakat.
Sejumlah inovasi TTG Desa Sempayang yang kini dikenal luas di Malinau antara lain mesin pencacah pakan ternak, traktor pembajak sawah sederhana, hingga mesin pemipil jagung, yang dirancang sesuai kebutuhan petani lokal. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim