MALINAU - Parade Tari Nusantara ke-41 Tahun 2025 kembali menghadirkan kemeriahan budaya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Minggu, 30 November 2025.
Sebanyak 15 provinsi ikut ambil bagian dalam acara tahunan tersebut, termasuk Provinsi Kalimantan Utara yang diwakili oleh Sanggar Tari Sunsuy Ararak dari Kabupaten Malinau.
Provinsi yang berpartisipasi tahun ini meliputi Aceh, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.
Parade yang digelar di Gedung Sasono Langen Budoyo–TMII ini menjadi ajang unjuk kebolehan seni tari sekaligus ruang untuk merayakan keberagaman budaya Nusantara.
Sanggar Tari Sunsuy Ararak tampil tak kalah memukau dari 14 daerah lainnya.
Setelah sebelumnya meraih kemenangan kategori tari kreasi pada Festival Budaya IRAU Malinau Oktober lalu, sanggar ini kembali menunjukkan kualitas dan kreativitasnya di panggung nasional.
Penampilan mereka memadukan kekayaan gerak tradisi, kostum khas, serta energi yang menggambarkan identitas budaya Malinau.
Kehadiran Sunsuy Ararak di Parade Tari Nusantara menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Malinau. Banyak warga menyaksikan langsung di TMII, sementara lainnya mengikuti dari kampung halaman melalui berbagai siaran dan unggahan media sosial.
Menambah semangat para penari, Bupati Malinau Wempi W. Mawa bersama istri turut hadir memberikan dukungan penuh.
Kehadiran tersebut menjadi bentuk apresiasi dan motivasi moral bagi para peserta yang membawa nama daerah di kancah nasional. Bupati Wempi kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian budaya daerah melalui slogan yang kerap ia sampaikan.
"Budaya adalah Kita, Kita adalah Budaya," Tegasnya.
Parade Tari Nusantara yang digelar secara gratis ini merupakan agenda tahunan TMII untuk mempromosikan, merayakan, dan melestarikan kekayaan seni tari Indonesia.
Setelah sempat terhenti karena pandemi Covid-19, kegiatan ini kembali menjadi wadah penting bagi daerah untuk memperkenalkan jati diri budayanya kepada publik yang lebih luas.
Partisipasi Sunsuy Ararak tidak hanya membawa nama harum Malinau, tetapi juga memperkuat posisi Kabupaten Malinau sebagai daerah yang konsisten dalam merawat dan mempromosikan warisan budaya di tingkat nasional.(*dip)
Editor : Azwar Halim