Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dapur SPPG Batu Lidung Kembali Beroperasi, MBG untuk 1.718 di 7 Sekolah Dimulai Lagi

Dip Ratar • Selasa, 25 November 2025 | 13:15 WIB

 

DIPA/RADAR TARAKAN MBG: Siswi-siwa penerima manfaat di Kabupaten Malinau saat membawa ompreng media makanan MBG
DIPA/RADAR TARAKAN MBG: Siswi-siwa penerima manfaat di Kabupaten Malinau saat membawa ompreng media makanan MBG

MALINAU - Setelah dua minggu sempat terhenti akibat kekosongan tenaga ahli gizi, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batu Lidung akhirnya kembali beroperasi dan kembali melayani program makan bergizi gratis (MBG) per 24 November 2025.

Operasional kembali ini dilakukan setelah pihak SPPG merekrut tenaga gizi baru sesuai ketentuan yang diwajibkan dalam program.

Korwil SPPG Malinau, Roslen membenarkan bahwa dapur SPPG Batu Lidung sudah kembali berjalan normal sejak Senin kemarin.

“Iya pak, dapur SPPG Batu Lidung sudah kembali beroperasional mulai hari Senin, 24 November 2025. Dimana sempat berhenti karena kekosongan jabatan ahli gizi dan sudah merekrut tenaga gizi,” jelasnya Kepada Radar Tarakan, Selasa (25/11).

Dengan beroperasinya kembali dapur tersebut, layanan MBG kembali dinikmati oleh para siswa dari tujuh satuan pendidikan, yaitu TK Alfa Omega dengan 13 siswa, PAUD Tunas Kasih sebanyak 33 siswa, SDN 006 Malinau Kota sebanyak 166 siswa, SDN 009 Malinau Kota dengan 118 siswa, SMPN 3 Malinau Kota dengan 184 siswa, SMPN 1 Malinau Kota sebanyak 761 siswa, serta SMKN 2 Malinau Kota dengan total 443 siswa penerima manfaat.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Francis menegaskan bahwa keberadaan ahli gizi adalah komponen penting dalam keberlangsungan MBG.

“Keberadaan ahli gizi merupakan syarat mutlak dalam menjalankan program MBG. Tanpa tenaga tersebut, kualitas dan kelayakan menu tidak dapat diverifikasi sesuai standar gizi yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Ahli gizi memiliki peran sentral dalam memastikan seluruh menu yang disajikan memenuhi kebutuhan gizi harian anak sekolah.

Tugas mereka mencakup penyusunan menu seimbang, penghitungan kebutuhan kalori, memastikan variasi bahan pangan, serta memverifikasi keamanan dan higienitas makanan sebelum didistribusikan.

Dengan peran ini, kualitas makanan yang diberikan kepada siswa dapat terjaga dan sesuai standar.

Dengan terpenuhinya kebutuhan tenaga gizi, Pemkab Malinau berharap distribusi makanan bergizi bagi ribuan pelajar penerima manfaat dapat kembali berlangsung dengan lancar dan menjaga kualitas layanan pangan bergizi di sekolah. (*/dip/lim)

Editor : Azwar Halim
#batu lindung #kaltara #Mbg #malinau #dapur SPPG