Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Malinau Serius Tangani Sampah Plastik, Dorong Ekonomi Sirkuler dan Daur Ulang

Radar Tarakan • Rabu, 11 Juni 2025 | 16:22 WIB
DIPA/RADAR TARAKAN Kepala DLH Malinau, dr. John Felix Rundupadang.
DIPA/RADAR TARAKAN Kepala DLH Malinau, dr. John Felix Rundupadang.

MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Malinau terus menunjukkan komitmennya dalam menangani permasalahan sampah plastik yang menjadi ancaman serius terhadap lingkungan dan perubahan iklim.

Kepala DLH Malinau, dr. John Felix Rundupadang menegaskan, solusi nyata telah mulai dijalankan, salah satunya melalui pendekatan ekonomi sirkuler.

"Secara lisan menghentikan polusi plastik memang mudah, tetapi implementasinya butuh usaha bersama. Karena itu, kami fokus pada penerapan ekonomi sirkuler dan mendorong masyarakat untuk aktif dalam kegiatan daur ulang," ujarnya.

DLH Malinau mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dengan membawa tas belanja sendiri dari rumah.

Edukasi ini menjadi langkah awal perubahan perilaku masyarakat dalam menekan volume sampah plastik di tingkat rumah tangga.

Selain mengedepankan peran individu, DLH Malinau juga mencanangkan sejumlah program strategis.

Salah satunya adalah pengembangan Bank Sampah di berbagai wilayah, dengan Bank Sampah di Malinau Hilir menjadi salah satu yang saat ini paling aktif.

Di samping itu, pemerintah juga tengah mendorong pembangunan Tempat Pengolahan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di setiap kecamatan.

"Kalau pengelolaan sampah bisa dilakukan di kecamatan, maka kita bisa mengurangi biaya pengangkutan dan operasional lainnya, serta memperkuat pengelolaan sampah dari hulu," tambahnya.

Langkah ini dinilai penting mengingat biaya pengangkutan dan pengelolaan sampah kerap menjadi beban besar dalam anggaran daerah. Dengan sistem yang terdesentralisasi, pengelolaan akan menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.

Tak hanya dari sisi infrastruktur, DLH Malinau juga menargetkan peningkatan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat, baik di sekolah-sekolah maupun kelompok masyarakat, agar kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah bisa tumbuh dari bawah.

John menekankan bahwa pengelolaan sampah plastik erat kaitannya dengan krisis iklim dan kerusakan lingkungan. Jika tidak ditangani dengan serius, sampah plastik dapat mencemari sungai dan laut serta mengganggu keanekaragaman hayati.

"Sampah berdampak langsung pada dua dari tiga krisis planet: krisis iklim dan pencemaran lingkungan. Karena itu, penggunaan plastik harus diarahkan pada jenis yang bisa didaur ulang," katanya.

Pemkab Malinau telah mempersiapkan langkah-langkah strategis, termasuk kemungkinan memasukkan program pengelolaan sampah ke dalam alokasi anggaran, terutama pada sektor perumahan.

Meski produksi sampah harian di Kabupaten Malinau masih tergolong kecil dibandingkan daerah lain, yakni berkisar 30 ton per hari, kondisi ini justru menjadi peluang untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang kuat sejak dini.

"Karena meskipun volume sampah kita di Malinau belum sebanyak di tempat lain. Justru di kondisi itulah kita cari solusi-solusi untuk jangka panjang, jadi ini yang akan terus kita lakukan. Terlebih saat ini kita dalam pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup dan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup di Kalimantan," tutup John. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #ekonomi sirkuler #daur ulang #malinau #sampah plastik