MALINAU – Kepala SDN 002 Malinau Kota, Puspa Suryani, menyuarakan harapannya agar pemerintah segera mengambil langkah serius terkait kondisi sekolah yang terus menjadi langganan banjir.
Dalam setahun terakhir, sekolah ini sudah tiga kali terendam, bahkan dua kali hanya pada Mei.
"Kalau bisa sekolah ini ditimbun seperti kantor camat, supaya tidak kena banjir lagi. Atau kalau memungkinkan, relokasi ke lahan yang lebih aman. Kasihan anak-anak, libur terus karena banjir," kata Puspa.
Ia mengungkapkan bahwa banjir selalu memaksa pihak sekolah untuk meliburkan siswa. Kondisi air yang deras di belakang sekolah menimbulkan kekhawatiran tersendiri.
"Kami khawatir keselamatan siswa. Airnya deras, jadi setiap banjir, sekolah pasti libur," ujarnya.
Selama banjir berlangsung, guru-guru terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar tatap muka.
Pembelajaran pun dialihkan melalui WhatsApp dengan pemberian tugas-tugas dan teori untuk siswa di rumah.
Namun, Puspa menekankan bahwa solusi jangka panjang tetap dibutuhkan agar proses pembelajaran tidak terus terganggu.
"Ini bukan banjir pertama. Sudah sering. Kami harap pemerintah bisa bantu pikirkan jalan keluarnya. Sekolah ini harus dibenahi atau dipindah," tegasnya.
Dengan kondisi bangunan yang rendah dan berada di wilayah rawan banjir, SDN 002 Malinau Kota menjadi salah satu sekolah yang paling terdampak jika hujan deras turun.
Pihak sekolah berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah untuk menjaga kelangsungan pendidikan siswa. (*dips)
Editor : Azwar Halim