TANJUNG SELOR - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kalimantan Utara (Kaltara) pada April 2026 tercatat mengalami penurunan.
Hal itu tergambarkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara yang menunjukkan secara kumulatif jumlah kunjungan wisman melalui pintu keimigrasian laut di Nunukan dan Tarakan sebanyak 1.353 kunjungan.
"Angka ini mengalami penurunan 24,03 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 1.781 kunjungan," ujar Kepala BPS Kaltara, Mustaqim beberapa waktu lalu.
Dari total 1.353 kunjungan ke Kaltara di April 2026 ini, sebanyak 988 kunjungan tercatat masuk di Nunukan, sementara sisanya 365 kunjungan di Tarakan.
Kemudian untuk periode tahun 2026, jumlah kunjungan wisman secara kumulatif melalui pintu keimigrasian ke provinsi ke-34 Indonesia ini mencapai 5.382 kunjungan.
Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) di Kaltara pada April 2026 sebanyak 137.309 perjalanan atau turun 15,81 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 163.095 kunjungan.
"Kota Tarakan tercatat sebagai daerah dengan jumlah perjalanan wisatawan nusantara tertinggi sebagai daerah tujuan perjalanan pada April 2026," tuturnya.
TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR
TPK hotel bintang di Kaltara pada April 2026 sebesar 50,01 persen atau mengalami peningkatan 14,93 poin dibandingkan dengan kondisi Maret 2026.
Hal ini menunjukkan bahwa dari rata-rata jumlah kamar hotel bintang di Kaltara, itu terjual atau terpakai 50,01 persen dari seluruh kamar yang tersedia.
"Untuk hotel bintang terdapat di Kabupaten Bulungan, Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan," kata Mustaqim.
Sementara untuk TPK hotel non bintang dan akomodasi lainnya di Kaltara pada April 2026 sebesar 26,16 persen atau mengalami peningkatan 2,93 poin dibandingkan dengan kondisi Maret 2026.
Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia pada hotel bintang, non bintang dan akomodasi lainnya di Kaltara pada April 2026 selama 1,47 hari.
"Ini naik 0,02 hari dibandingkan dengan kondisi Maret 2026. Jika dibandingkan antara tamu asing dan Indonesia, rata-rata lama menginap tamu asing pada April 2026 lebih rendah dibandingkan tamu Indonesia," tuturnya.
Jika diamati, dari perkembangan rata-rata lama tamu menginap setiap bulannya pada hotel bintang dalam kurun waktu Januari 2025-April 2026, terlihat rata-rata tamu menginap paling lama terjadi pada Februari 2026, yaitu 1,74 hari. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim