TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memberikan atensi terhadap dunia pendidikan sebagai bagian dari urusan wajib pemerintah. Salah satunya dengan berupaya untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif, aman dan ramah bagi semua anak. Langkah ini dilakukan lewat kolaborasi dengan program Inovasi (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia).
Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara, Pollymaart Sijabat mengatakan, hal ini kembali dibahas dalam Rapat Komite Pengarah Program Inovasi Fase 3 Tahun 2026 di Tanjung Selor pada Kamis (30/4) lalu. “Program ini sudah memasuki tahun kedua, karena kita memulainya sejak tahun 2024 lalu. Saat ini sudah ada beberapa capaian yang terlihat,” ujar Pollymaart saat dikonfirmasi, Minggu (3/5).
Pollymaart menyebutkan, capaian itu mulai dari penguatan literasi, peningkatan kapasitas guru, hingga tumbuhnya komunitas belajar di berbagai daerah di provinsi ke-34 Indonesia ini. Tujuannya agar sekolah lebih aman dan nyaman bagi anak.
Bicara soal pendidikan, itu tidak semata-mata hanya selesai pada soal proses belajar mengajar, melainkan juga bagaimana menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara menyeluruh.
Lewat program Inovasi tersebut, sejumlah pihak, mulai dari pemerintah hingga mitra pembangunan diajak untuk memperkuat kolaborasi dan menyamakan langkah untuk kemajuan pendidikan di Kaltara ke depannya.
“Jadi forum yang kita lakukan beberapa waktu lalu itu bukan hanya sekadar pertemuan, tapi ruang untuk mengevaluasi capaian sekaligus memastikan program tetap berkelanjutan dan selaras dengan program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara tahun 2024-2029,” pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim