TANJUNG SELOR - Peringatan may day atau hari buruh internasional tahun 2026 di Tanjung Selor Ibu Kota Kalimantan Utara (Kaltara) pada Jumat (1/5), diisi dengan kegiatan diskusi publik.
Diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltara, pertemuan buruh dan pemerintah daerah itu dihadiri Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Ingkong Ala, dan beberapa pejabat daerah lainnya.
Banyak hal yang menjadi sorotan serta tuntutan dari buruh dalam diskusi tersebut, mulai dari isu pengadilan hubungan industrial (PHI) hingga penguatan sumber daya manusia (SDM) lokal agar bisa masuk untuk bekerja di proyek strategis nasional (PSN) yang ada di Kaltara.
Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang mengatakan, bahwa jauh sebelumnya, apa yang menjadi permintaan para butuh di Kaltara ini sudah dilakukan upaya-upaya tindakan lanjut oleh pemerintah daerah.
"Seperti PHI itu sudah sejak tahun 2022 kita sudah bersurat. Makanya saya katakan, jauh sebelumnya kita sudah berupaya, melakukan langkah-langkah. Semoga ada perhatian pusat untuk membantu provinsi baru ini," ujar Gubernur Zainal saat ditemui di lokasi diskusi tersebut.
Termasuk soal penguatan SDM lokal, di Tanjung Selor akan dibangun Balai Latihan Kerja (BLK). Dengan kehadiran BLK ini nantinya, diharapkan tenaga kerja lokal Kaltara dapat meningkatkan skill dan menjadi profesional di bidangnya.
"Kita ajak saudara-saudara kita dari buruh, dari pada kita di lapangan, lebih baik kita duduk diskusi apa yang menjadi tuntutan teman-teman buruh. Kita akan fasilitasi dan kita akan kawal," pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim