Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Job Fit 41 Pejabat Kaltara Berjalan, Sekprov Tegaskan Keputusan Akhir di Tangan Gubernur

Iwan RT • Jumat, 24 April 2026 | 07:58 WIB
PEMERINTAHAN: Sejumlah pejabat eselon II Pemprov Kaltara usai mengikuti proses penulisan makalah pada pelaksanaan job fit. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
PEMERINTAHAN: Sejumlah pejabat eselon II Pemprov Kaltara usai mengikuti proses penulisan makalah pada pelaksanaan job fit. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR - Proses uji kesesuaian jabatan (job fit) bagi pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara tengah berjalan. Sebanyak 41 pejabat jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama mengikuti tahapan tersebut sebagai bagian dari evaluasi dan penataan birokrasi.

Sekretaris Provinsi Kaltara, Denny Harianto, menjelaskan bahwa dari total peserta, sebanyak 38 orang mengikuti uji kompetensi, sementara tiga lainnya menjalani evaluasi kinerja. “Prosesnya masih berjalan. Saat ini sudah masuk tahap penulisan makalah,” ujarnya, Rabu (22/4).

Ia menyebut, sebagian peserta belum mengikuti tahapan penulisan pada hari pertama, namun telah menyampaikan alasan resmi. Tahapan tersebut dijadwalkan berlanjut pada hari berikutnya.

Selanjutnya, proses akan memasuki tahap wawancara pada 24-25 April, dilanjutkan dengan pengolahan hasil uji kompetensi dan evaluasi kinerja pada 27-28 April. Hasil akhir dijadwalkan diserahkan kepada gubernur pada 29 April 2026.

Menurut Denny, job fit bukan sekadar ajang penilaian benar atau salah, melainkan proses untuk menggali potensi dan kesesuaian pejabat dengan posisi yang diemban. “Ini bukan seperti seleksi terbuka. Job fit lebih pada mengenali potensi, melihat apa yang sudah dilakukan, dan apa yang akan direncanakan ke depan,” jelasnya.

Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari rekam jejak kinerja, gagasan yang ditawarkan, hingga kesiapan dalam menjalankan peran strategis di masing-masing perangkat daerah.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil akhir tidak berada di tangan panitia seleksi. Seluruh rekomendasi akan diserahkan kepada gubernur sebagai pejabat pembina kepegawaian (PPK) yang memiliki kewenangan penuh dalam menentukan keputusan. “Kami hanya merekomendasikan. Keputusan tetap ada di tangan gubernur,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti proses sesuai ketentuan dan tidak memandang job fit sebagai ajang kompetisi semata.

Di tengah proses tersebut, Denny mengaku optimistis bahwa seluruh peserta memiliki kapasitas dan semangat untuk berkontribusi dalam pembangunan Kalimantan Utara ke depan, sejalan dengan visi daerah dan agenda pembangunan nasional.

Dengan tahapan yang masih berlangsung, hasil job fit ini diharapkan tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar menjadi dasar penataan birokrasi yang lebih efektif dan adaptif. (iwk/lim)

Editor : Azward Halim
#kaltara