TANJUNG SELOR – Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah perbatasan dan pedalaman Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini terus dilakukan. Baik itu yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat. Salah satunya akses jalan darat dari Malinau ke Krayan, Nunukan.
Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang saat dikonfirmasi soal pembangunan jalan Malinau-Krayan tersebut menegaskan bahwa saat ini progresnya tetap berjalan. Namun, ia juga tak menampik tentu ada kendala yang dihadapi dalam pekerjaan di lapangan.
“Hanya memang kendalanya soal biaya,” ujar Gubernur Zainal kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi akhir pekan kemarin.
Orang nomor satu di Kaltara ini menyebutkan, kendala biaya yang menjadi perhatian serius dalam pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan itu salah satunya karena faktor kemahalan dan faktor pembiayaan transportasi dalam proses mobilisasi material.
“Untuk mengangkut bahan-bahan atau material yang akan digunakan dalam proses pembangunan di wilayah perbatasan itu sangat besar,” ungkapnya.
Ia mencontohkan dalam hal pembangunan jembatan. Itu materialnya seperti besi pasti didatangkan dari Jawa. Terhadap pemenuhan kebutuhan material itu, proses pengangkutannya tentu butuh biaya yang cukup besar untuk bisa sampai ke Kaltara.
“Bahkan, setelah tiba di pelabuhan di Kaltara, itu harus diangkut lagi lewat jalur sungai hingga lewat jalur darat. Jadi ada beberapa proses pengangkutan untuk bisa sampai ke lokasi pembangunannya,” jelas mantan Wakapolda Kaltara ini.
Sehingga persoalan mobilisasi material ini menjadi perhatian serius dalam hal pembangunan di wilayah perbatasan Kaltara. Untuk itu, diperlukan kekompakan atau sinergi antara pemerintah pusat, provinsi serta kabupaten dalam pelaksanaannya. (iwk/lim)