Radar Tarakan - Drama Korea "S Line" baru-baru ini mencuri perhatian publik di TikTok dan media sosial setelah penayangan perdananya.
Kemudian yang membuat drama ini menarik bukan hanya alur misteri dan fantasi, tetapi juga elemen visual unik berupa garis merah di atas kepala karakter.
Garis merah ini diartikan sebagai tanda seseorang telah memiliki pengalaman seksual.
Konsep ini diadaptasi dari webtoon populer karya Ggomabi, yang menggambarkan dunia di mana garis merah hanya bisa dilihat dengan alat khusus.
Tokoh utama Shin Hyun Heup, diperankan oleh Arin, memiliki kemampuan untuk melihat garis merah ini sejak lahir.
Bersama detektif misterius Han Ji Wook yang diperankan oleh Lee Soo Hyuk, mereka menyelidiki makna di balik garis merah tersebut.
Drama ini langsung viral di kalangan netizen, terutama di TikTok.
Pengguna membuat konten kreatif dengan menampilkan "garis merah virtual" di atas kepala mereka menggunakan filter AR.
Fenomena ini berkembang menjadi tren yang menjadi ajang pengakuan tak langsung tentang aktivitas seksual pribadi.
Banyak yang membuat parodi atau video kreatif, bahkan ada yang menebak-nebak jumlah garis merah di atas kepala influencer terkenal.
Namun, di tengah popularitasnya, beberapa orang mulai menyuarakan kekhawatiran tentang arah tren ini dan dampaknya pada masyarakat.
Apakah tren ini akan terus berlanjut ataukah akan memicu perdebatan lebih lanjut tentang batasan konten di media sosial.(*nkh/).
Editor : Azwar Halim