Sopian Hadi
SETELAH sukses menaklukan Selat Bali pada 7 Agustus 2022 dan pendakian Gunung Agung Bali pada 8 Agustus tahun lalu. Kali ini Ekpedisi Kemerdekaan RI tahun 2023, bapak tiga anak ini sukses menaklukan laut Nusakambangan dalam waktu 1 jam 5 menit dengan cara berenang tanpa menggunakan alat bantu.
Ekspedisi kemerdekaan RI ini dimulai berenang pada pukul 11.10 WIB dari Pantai Pulau Nusakambangan dan finish di Teluk Penyu, Cilacap Jawa Tengah pada pukul 12.15 WIB.
Pria 4 cucu ini mengatakan, meski jarak yang ditempuh tak sejauh laut yang pernah ditaklukan sebelumnya. Namun, tantangan di laut Nusakambangan cukup banyak.
Di antaranya riak-riak ombak, arus air bawah cukup deras. Ditambah lalu lalang kapal tanker. Sehingga kata pria yang juga pernah berenang dari Tanjung Selor ke Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah sering larut terbawa arus.
“Kalau untuk kapal tanker, mau tidak mau saya mundur dulu, menunggu kapal tanker itu lewat. Tapi tetap mengapung di air,” kata pria kelahiran Balikpapan 17 Juni 1969.
Selain itu, cerita atau mitos soal hewan buas yang hidup di air laut Nusakambangan seperti buaya dan hiu juga menjadi tantangan bagi Aim untuk menuntaskan ekspedisi kemerdekaan RI.
“Agak serem juga cerita warga, termasuk petugas yang mengawal saya berenang dari Polres, Basarnas, TNI AL yang ada di Cilacap.Tapi saya tetap tenang, kalau tidak lihat ya berani saja, kalau lihat ya takut juga kan,” kata Aim.
Aim pun menceritakan, kalau dirinya tidak melakukan persiapan khusus untuk menaklukan laut Nusakambangan. Ia hanya pemanasan dan makan satu buah pisang.
“Kalau selama di laut dan berenang ya, saya tidak makan atau minum, itu sudah biasa saya lakukan, “ ujar Aim.
Ia pun menjelaskan, kenapa memilih laut Nusakambangan, karena ingin mematahkan cerita orang orang yang mengklaim laut Nusakambangan yang berada di Samudera Hindia cukup seram.
“Terlepas dari itu saya juga mau menambah jam terbang atau pengalaman saya merengi laut nusantara,” ungkap Aim yang pada keberangkatannya kali ini didukung dari dana swadaya teman teman, keluarga dan komunitas pencinta alam Sky Line Jakarta.
“Karena itu saya mengucapkan terima kasih, ya telah mendukung dan mensuport saya, termasuk keluarga saya yang datang langsung melihat aksi berenang saya kemarin,” katanya.
Aim sendiri memulai pengalamannya merenangi sungai dan laut pada tahun 2010 dari Tanjung Selor ke Desa Teras Nawang, Tanjung Palas. Bahkan pernah mencatat rekor MURI karena berenang sehari dua selat yakni selat Bali dan Selat Madura pada 2013. Masih banyak lagi catatan-cacatan laut dan sungai yang pernah direnangi pria pencinta alam ini. (*/har) Editor : Azwar Halim