Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Cerita Ibrahim Rusli Asal Tarakan Sukses Taklukan Laut Nusakambangan

Azwar Halim • Senin, 28 Agustus 2023 | 10:45 WIB
IWAN K/RADAR KALTARA  TRADISI: Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang meninjau sajian hasil alam hingga kuliner yang dihidangkan di Meja Panjang.
IWAN K/RADAR KALTARA TRADISI: Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang meninjau sajian hasil alam hingga kuliner yang dihidangkan di Meja Panjang.
Seperti tahun tahun sebelumnya, Ibrahim Rusli (58) kembali menaklukan laut nusantara dalam ekpedisi kemerdekaannya. Di tahun ini pria yang akrab disapa Aim tersebut sukses menaklukkan laut Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah pada 24 Agustus 2023. Bagaimana ceritanya, berikut liputannya.

Photo
Photo
FINISH: Ibrahim Rusli berfoto bersama petugas yang mengamankan jalan ekspedisi renang kemerdekaan RI:

Sopian Hadi

SETELAH sukses menaklukan Selat Bali pada 7 Agustus 2022 dan  pendakian Gunung Agung Bali pada 8 Agustus tahun lalu. Kali ini Ekpedisi Kemerdekaan RI tahun  2023, bapak tiga anak ini sukses menaklukan laut Nusakambangan dalam waktu 1 jam 5 menit dengan cara berenang tanpa menggunakan alat bantu.

Ekspedisi kemerdekaan RI ini dimulai berenang pada pukul 11.10 WIB dari Pantai Pulau Nusakambangan dan finish di Teluk Penyu, Cilacap Jawa Tengah pada pukul 12.15 WIB.

Pria 4 cucu ini mengatakan, meski jarak yang ditempuh tak sejauh laut yang pernah ditaklukan sebelumnya. Namun, tantangan di laut Nusakambangan cukup banyak.

Di antaranya riak-riak ombak, arus air bawah cukup deras. Ditambah lalu lalang kapal tanker. Sehingga kata pria yang juga pernah berenang dari Tanjung Selor ke Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah sering larut terbawa arus.

“Kalau untuk kapal tanker, mau tidak mau saya mundur dulu, menunggu kapal tanker itu lewat. Tapi tetap mengapung di air,” kata pria kelahiran Balikpapan 17 Juni 1969.

Selain itu, cerita atau mitos soal hewan buas yang hidup di air laut Nusakambangan seperti buaya dan hiu juga menjadi tantangan bagi Aim untuk menuntaskan ekspedisi kemerdekaan RI.

“Agak serem juga cerita warga, termasuk petugas yang mengawal saya berenang dari Polres, Basarnas, TNI AL yang ada di Cilacap.Tapi saya tetap tenang, kalau tidak lihat ya berani saja, kalau lihat ya takut juga kan,” kata Aim.

Aim pun menceritakan, kalau dirinya tidak melakukan persiapan khusus untuk menaklukan laut Nusakambangan. Ia hanya pemanasan dan makan satu buah pisang.

“Kalau selama di laut  dan berenang ya, saya tidak makan atau minum, itu sudah biasa saya lakukan, “ ujar Aim.

Ia pun menjelaskan, kenapa memilih laut Nusakambangan, karena ingin mematahkan cerita orang orang yang mengklaim laut Nusakambangan yang berada di Samudera Hindia cukup seram.

“Terlepas dari itu saya juga mau menambah jam terbang atau pengalaman saya merengi laut nusantara,” ungkap Aim yang pada keberangkatannya kali ini didukung dari dana swadaya teman teman, keluarga dan komunitas pencinta alam Sky Line Jakarta.

“Karena itu saya mengucapkan terima kasih, ya telah mendukung dan mensuport saya, termasuk keluarga saya yang datang langsung melihat aksi berenang saya kemarin,” katanya.

Aim sendiri memulai pengalamannya merenangi sungai dan laut pada tahun 2010 dari Tanjung Selor ke Desa Teras Nawang, Tanjung Palas. Bahkan pernah mencatat rekor MURI karena berenang sehari dua selat yakni selat Bali dan Selat Madura pada 2013.  Masih banyak lagi catatan-cacatan laut dan sungai yang pernah direnangi  pria pencinta alam ini. (*/har) Editor : Azwar Halim
#kaltara