Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dorong Petani Bulungan Tingkatkan Produktivitas Kakao, Pemerintah Lakukan Pelatihan Rutin

Taslee • Kamis, 7 Mei 2026 | 13:37 WIB
KAKAO: Wakil Bupati Bulungan Kilat, berdialog dengan petani kakao di Desa Metun Sajau.

(Taslee/Radar Tarakan)
KAKAO: Wakil Bupati Bulungan Kilat, berdialog dengan petani kakao di Desa Metun Sajau. (Taslee/Radar Tarakan)

 TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus berkomitmen meningkatkan kualitas dan produktivitas komoditas kakao sebagai salah satu sektor unggulan daerah.

Melalui Dinas Pertanian, digelar pelatihan budidaya kakao dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) bagi Kelompok Tani Senguyun di Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, baru-baru ini.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk sekolah lapang ini berlangsung interaktif sejak pagi hari.

Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi serta praktik langsung di lapangan.

Antusiasme petani terlihat dari partisipasi aktif dalam bertanya dan berbagi pengalaman.

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Yuniarti Utami, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola budidaya kakao secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan dan keterampilan petani semakin meningkat, khususnya dalam penerapan budidaya kakao yang baik serta pengendalian OPT secara efektif,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Dinas Pertanian juga menyerahkan bantuan kepada Kelompok Tani Senguyun guna mendorong pengembangan sektor perkebunan kakao di wilayah tersebut.

Untuk memperkuat materi, turut dihadirkan tenaga ahli dari PT. PKN, Wagiyo. Ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pascapanen kakao.

 

“Masih ditemukan biji kakao yang belum kering sempurna sehingga berpotensi berjamur. Idealnya kadar air sekitar 5 persen agar kualitas tetap terjaga,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya teknik penyimpanan yang tepat dengan suhu ideal sekitar 25 derajat, serta penggunaan bahan organik untuk menjaga kesuburan tanah.

“Penggunaan pupuk kimia harus diimbangi bahan organik agar struktur tanah tetap baik dan tanaman lebih sehat,” tambahnya.

Selain itu, Wagiyo mengingatkan petani untuk peka terhadap gejala serangan penyakit, seperti daun menguning, serta melakukan pengendalian secara tepat dan terukur.

Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md, yang hadir didampingi istri, turut memberikan motivasi kepada para petani. Ia bahkan meninjau langsung hasil panen kakao milik warga.

“Kakao merupakan komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi. Saya berharap petani di Bulungan, khususnya di Desa Metun Sajau, terus semangat dan serius dalam mengelolanya,” ujarnya.

Ia juga mengajak petani untuk memanfaatkan pelatihan sebagai momentum peningkatan kemampuan.

"Terapkan ilmu yang didapat agar hasil produksi meningkat dan berdampak pada kesejahteraan petani,” pesannya.

Di akhir kegiatan, Wakil Bupati bersama Dinas Pertanian dan pihak terkait menyerahkan bantuan kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan berkelanjutan.

 

Melalui pelatihan yang terstruktur, dukungan tenaga ahli, serta keterlibatan aktif pemerintah daerah, diharapkan petani kakao di Kabupaten Bulungan mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produk, sekaligus memperkuat sektor perkebunan sebagai penopang ekonomi daerah. (dra)

Editor : Sopian Hadi
#pemkab bulungan #KILAT #kakao #dinas pertanian