TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan terus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui pembangunan unit pengolahan ikan (UPI) atau kelompok pengolah dan pemasar (poklahsar) di Kampung Tias Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Bulungan.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan lokal sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan, H. Risdianto mengatakan, pembangunan UPI/poklahsar merupakan upaya konkret pemerintah dalam mengoptimalkan potensi perikanan yang dimiliki masyarakat pesisir. “Program ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menjual hasil tangkapan dalam bentuk mentah, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk bernilai jual lebih tinggi,” kata Risdianto kepada Radar Kaltara, Senin (13/4).
Ia menjelaskan, melalui fasilitas tersebut, masyarakat didorong untuk menghasilkan berbagai produk olahan ikan siap konsumsi. “Dengan adanya UPI ini, hasil tangkapan bisa diolah menjadi produk bernilai tambah, sehingga pendapatan masyarakat juga meningkat,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan unit pengolahan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa. “Kami berharap program ini mampu meningkatkan keterampilan masyarakat serta menciptakan lapangan kerja baru berbasis potensi lokal,” katanya.
Selain itu, kehadiran Poklahsar juga menjadi wadah penguatan kelembagaan masyarakat dalam mengembangkan usaha secara kolektif.
“Poklahsar ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar bersama, mengolah, hingga memasarkan produk perikanan secara lebih profesional,” tambahnya.
Pemda Bulungan menargetkan Tias dapat berkembang menjadi sentra pengolahan hasil perikanan unggulan di wilayah pesisir. Dengan dukungan berkelanjutan, kami optimistis desa ini bisa menjadi pusat pengolahan ikan yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
"Melalui program tersebut, pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan," pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim