Hal ini disampaikan Kepala Adat Besar Apau Kayan, Ibau Ala. Menurutnya, isu PLBN tersebut akan disampaikan dalam rapat koordinasi (rakor) yang akan digelar di wilayah perbatasan tersebut.
Dalam hal ini, masyarakat adat di wilayah perbatasan RI-Malaysia ini secara bersama-sama mendorong agar pembangunan dan pengoperasian PLBN dapat segera direalisasikan.
"Terutama PLBN dari negara tetangga (Malaysia, red) agar bisa segera dibangun. Ini penting sebagai pintu resmi bagi masyarakat perbatasan. Untuk itu kami berharap Pemerintah Malaysia bisa memberikan atensi," ujar Ibau.
Terlebih masyarakat adat Dayak di kedua negara memiliki hubungan kekerabatan yang kuat sebagai satu rumpun, sehingga keberadaan PLBN tersebut diharapkan dapat memperkuat silaturahmi lintas batas secara berkelanjutan.
Lebih dari itu, pembangunan PLBN diyakini akan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat perbatasan melalui aktivitas perdagangan yang lebih tertata, serta berdampak pada percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil.
"Kalau PLBN ada dan beroperasi dengan baik, pasti akan diikuti dengan peningkatan infrastruktur dan ekonomi masyarakat di di wilayah perbatasan ini," pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim