Asisten Administrasi Umum Setkab Bulungan, Adi Irwansyah menegaskan, desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional sehingga pengelolaan keuangan harus dilakukan secara benar dan bertanggung jawab. “Desa adalah ujung tombak pembangunan nasional. Keberhasilan program pembangunan sangat ditentukan oleh bagaimana aparatur desa mengelola keuangan dengan benar,” kata Adi kepada Radar Kaltara, Minggu (22/2).
Ia menyampaikan, DD yang dikucurkan pemerintah memiliki tujuan untuk mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, tata kelola yang transparan menjadi kunci agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga. “Pengelolaan dana desa harus transparan, akuntabel, dan berintegritas. Itu harga mati,” tegasnya.
Menurutnya, berbagai kasus penyalahgunaan DD pernah terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Bulungan, harus menjadi pembelajaran bersama. Ia tidak ingin persoalan serupa terulang dan mencoreng kepercayaan publik.
“Kasus penyalahgunaan dana desa sudah pernah terjadi di Bulungan. Ini harus menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali,” katanya.
Adi mengingatkan bahwa pengawasan saat ini tidak hanya datang dari aparat penegak hukum (APH), tetapi juga dari masyarakat luas yang semakin kritis. Apalagi, media sosial (medsos) membuat informasi mudah tersebar dan cepat menjadi sorotan publik.
“Pengawasan sekarang semakin ketat, dan masyarakat juga semakin peka, apalagi dengan adanya media sosial,” jelasnya.
Untuk itu, ia meminta seluruh aparatur desa menjadikan nilai-nilai antikorupsi sebagai budaya kerja, bukan sekadar slogan. Kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab harus menjadi pilar utama dalam setiap aktivitas pemerintahan desa. “Mari kita jadikan kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab sebagai pilar utama dalam setiap aktivitas pemerintahan desa,” ujarnya.
Lebih jauh, Adi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa bukan hanya soal serapan anggaran, tetapi juga tentang dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia berharap seluruh kepala desa dan perangkatnya mampu menunjukkan kinerja yang profesional dan bersih.
“Kita ingin desa-desa di Bulungan tumbuh maju, mandiri dan bebas dari praktik korupsi,” pungkasnya. (jai/lim)