Kepada Radar Kaltara, Syarwani mengatakan, penetapan PSD dilakukan berdasarkan manfaat nyata yang dirasakan warga, baik di sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan maupun pertanian.
“Proyek ini memang kita sesuaikan dengan kriteria sebagai proyek strategis daerah, terutama yang berdampak langsung ke masyarakat,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Rabu (18/2).
Menurutnya, sebagian besar PSD akan berkaitan dengan pembangunan dan perbaikan infrastruktur, termasuk jalan, jembatan dan pengairan serta pembangunan fasilitas air bersih. Ia menambahkan, fokus lain adalah sektor kesehatan dan pendidikan, agar pelayanan publik semakin maksimal.
“Termasuk tema pertanian tetap menjadi prioritas, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan warga,” katanya.
Syarwani menjelaskan setiap tahun Pemda Bulungan menargetkan minimal 10 PSD sebagai bentuk konsistensi program pembangunan. “Tahun-tahun sebelumnya kita berhasil menyelesaikan proyek seperti fasilitas pendidikan, cetak sawah, dan pembangunan jalan strategis. Alhamdulillah, semua berjalan sesuai rencana,” jelasnya.
Dalam menentukan proyek prioritas, Pemda Bulungan menyesuaikan dengan rekomendasi KPK melalui monitoring centre for prevention (MCP). Hal ini memastikan setiap proyek terpantau secara transparan dan akuntabel.
“Yang menjadi skala prioritas adalah proyek yang betul-betul dapat dimanfaatkan masyarakat secara langsung. Tidak semua proyek bisa kita jalankan sekaligus, tetapi fokus kita adalah proyek yang memberikan manfaat nyata,” ungkapnya.
Selain itu, penentuan PSD juga memperhatikan keberlanjutan pembangunan. Syarwani mencontohkan, proyek jalan dan jembatan yang belum selesai di tahun sebelumnya tetap menjadi prioritas, sehingga penggunaan anggaran efektif dan tepat sasaran.
“Kita buat skala prioritas berdasarkan urgensi dan dampak langsung terhadap masyarakat,” jelasnya.
Dengan penetapan 10 PSD ini, kami berharap pembangunan lebih terstruktur, memberikan manfaat nyata dan mendorong kesejahteraan masyarakat di Bulungan. Ia menambahkan, setiap OPD yang terlibat diminta untuk bekerja efisien, transparan dan memastikan proyek selesai tepat waktu.
“Kita pastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat maksimal. Semua kegiatan dilaporkan secara berjenjang, sehingga jika ada kendala bisa segera diantisipasi,” ujarnya.
Dengan rencana PSD 2026, Pemkab Bulungan berharap pelayanan publik semakin optimal, pertumbuhan ekonomi daerah meningkat dan masyarakat merasakan langsung dampak positif dari pembangunan.
“Ini bukan sekadar program, tetapi upaya nyata untuk mewujudkan Bulungan yang lebih maju, sejahtera dan berdaya saing,” pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim