Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

April Dimulai di Long Buang, Bulungan Jalankan Pembelajaran Kawasan Cepat Tumbuh di Peso

Fijai RT • Senin, 16 Februari 2026 | 03:17 WIB

Bupati Bulungan, Syarwani.
Bupati Bulungan, Syarwani.
TANJUNG SELOR – Pemda Bulungan mulai menyiapkan pelaksanaan pembelajaran bagi program kawasan cepat tumbuh yang dijadwalkan berjalan pada April mendatang. Kegiatan tersebut akan dipusatkan di Desa Long Buang, Kecamatan Peso, dengan sasaran utama pemuda desa.

Bupati Bulungan Syarwani menjelaskan, pembelajaran ini dirancang sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) desa yang mampu menjadi penggerak pembangunan berbasis potensi lokal. Fokus pembelajaran diarahkan pada pertanian terintegrasi yang tidak hanya bertumpu pada satu komoditas, tetapi menguatkan sistem produksi dari hulu ke hilir.
“Di Kecamatan Peso ada 10 desa. Minimal satu desa di Kecamatan Peso ada tiga pemuda yang mengikuti pembelajaran tersebut,” kata Syarwani.

Dengan target itu, Pemda Bulungan memperkirakan sedikitnya 30 pemuda akan terlibat dalam program pembelajaran. Para peserta akan mengikuti rangkaian pelatihan secara menyeluruh agar memiliki pemahaman utuh dalam praktik pertanian terintegrasi.
“Mulai dari awal hingga akhir dalam proses pertanian terintegrasi,” ungkapnya.

Menurutnya, program ini tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir generasi muda agar melihat pertanian sebagai sektor masa depan yang memiliki peluang ekonomi besar.
"Penguatan SDM pemuda menjadi kunci agar program kawasan cepat tumbuh benar-benar berjalan dan memberi dampak nyata,” katanya.

Di sisi lain, Syarwani juga menekankan bahwa pembangunan kawasan cepat tumbuh harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan kekayaan hayati lokal. Ia meminta masyarakat ikut menjaga keberadaan ikan endemik yang menjadi bagian dari identitas daerah.
“Ikan endemik juga harus terus dilestarikan, jangan sampai anak cucu kita tidak bisa melihat ikan endemik kita,” ujarnya.

Syarwani mengingatkan, hilangnya spesies lokal bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut warisan bagi generasi berikutnya. Karena itu, ia menilai program pembangunan harus tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem.
“Kita tidak boleh membangun tetapi mengorbankan kekayaan alam yang kita miliki,” tegasnya.

Ia pun mengajak semua pihak untuk bersinergi dengan Pemda Bulungan agar program kawasan cepat tumbuh berjalan sesuai tujuan. Menurutnya, keterlibatan pemerintah desa, pemuda, tokoh masyarakat, hingga pihak terkait lainnya akan menentukan keberhasilan program.
“Saya mengajak semua untuk bersinergi dengan Pemda Bulungan,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim