Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Audit LKPD 2025, Bupati Bulungan Syarwani Minta OPD dan BUMD Aktif

Fijai RT • Rabu, 11 Februari 2026 | 09:02 WIB

 

BERIKAN ARAHAN: Bupati Bulungan Syarwani memberikan arahan dalam entry meeting bersama BPK RI Perwakilan Kaltara.
BERIKAN ARAHAN: Bupati Bulungan Syarwani memberikan arahan dalam entry meeting bersama BPK RI Perwakilan Kaltara.
TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan menyatakan dukunganya terhadap kelancaran pemeriksaan interim Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2025 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kaltara. Hal itu disampaikan Bupati Bulungan Syarwani saat entry meeting, Selasa (10/2).

Kepada Radar Kaltara, Syarwani menegaskan pemeriksaan interim bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian penting dari kewajiban pemda dalam menyajikan laporan keuangan secara akuntabel dan bertanggung jawab.
“Pemeriksaan interim ini bukan hanya rutinitas, tetapi bagian penting dari kewajiban pemerintah daerah dalam menyajikan laporan keuangan secara akuntabel dan bertanggung jawab,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Selasa (10/2).

Ia menjelaskan, proses pemeriksaan tersebut merupakan kewajiban Pemda Bulungan untuk menyajikan laporan keuangan atas seluruh kegiatan yang dilaksanakan selama Tahun Anggaran 2025.
“Ini bukan hanya rutinitas, tetapi proses yang akan berlanjut dengan pemeriksaan yang lebih mendalam,” ungkapnya.

Syarwani meminta seluruh kepala perangkat daerah, termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), berperan aktif selama proses pemeriksaan.
“Saya mengharapkan peran aktif kita bersama, baik perangkat daerah maupun BUMD, selama proses pemeriksaan nanti dilaksanakan oleh BPK RI Perwakilan Kaltara,” tegasnya.

Menurutnya, keterlibatan seluruh satuan kerja akan mempermudah pelaksanaan audit yang dilakukan BPK. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan dokumen dan laporan keuangan di setiap perangkat daerah sebelum memasuki tahap pemeriksaan lebih detail.
“Pengelola kegiatan dan pengelola barang di setiap perangkat daerah harus benar-benar menyiapkan laporan di satuannya masing-masing sebelum proses pemeriksaan lebih detail dilaksanakan,” ungkapnya.

Syarwani mengingatkan bahwa proses pemeriksaan tidak akan berlangsung singkat dan dapat berjalan selama beberapa hari.
“Proses pemeriksaan ini bisa berlangsung cukup lama,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut pemeriksaan dapat berlanjut hingga mendekati atau setelah Hari Raya Idul Fitri.
“Koordinasi harus dimaksimalkan, termasuk kehadiran langsung pengelola kegiatan apabila BPK membutuhkan penjelasan atau keterangan tambahan,” tegasnya.

Syarwani juga menyampaikan bahwa Pemkab Bulungan terbuka terhadap masukan dan arahan dari BPK RI sebagai bagian dari upaya perbaikan tata kelola keuangan daerah.
“Kami menyadari laporan keuangan yang kami sajikan tentu belum sepenuhnya sempurna,” katanya.
“Kami berharap ada masukan dan arahan dari BPK RI agar tata kelola keuangan daerah ke depan semakin baik,” lanjutnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada BPK RI Perwakilan Kaltara atas pelaksanaan entry meeting pemeriksaan interim tersebut.
“Kami mengapresiasi BPK RI Perwakilan Kalimantan Utara, dan berharap proses pemeriksaan dapat berjalan lancar hingga tahap akhir sesuai mekanisme yang berlaku,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim