Kepada Radar Kaltara, Syarwani menegaskan, anggaran minimal Rp1 miliar per tahun kembali disiapkan sebagai bentuk penghargaan bagi para pelayan keagamaan, termasuk mereka yang selama ini bekerja tanpa banyak sorotan.
“Tahun ini Pemda Bulungan memastikan tetap ada untuk penyelenggaraan haji dan umrah bagi masyarakat Bulungan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Senin (9/2).
Dijelaskan, program tersebut diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang selama ini berperan langsung dalam pelayanan ibadah dan sosial keagamaan. Ia menyebut, penerima manfaat mencakup imam masjid, marbut, petugas fardhu kifayah, guru ngaji hingga penggali makam.
“Khususnya imam masjid, marbut, fardhu kifayah, guru ngaji hingga penggali makam,” ungkapnya.
Syarwani menambahkan, Pemda Bulungan juga memberikan penghargaan serupa kepada para juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi. Ia menilai, prestasi tersebut merupakan kebanggaan daerah yang layak mendapat apresiasi nyata.
"Capaian Bulungan dalam ajang MTQ bukan sekadar hasil sesaat, melainkan buah dari pembinaan yang konsisten," ungkapnya.
Ia menekankan, kafilah Bulungan selama ini selalu tampil dominan dalam perhelatan MTQ tingkat provinsi. "Setiap tahun kafilah Bulungan selalu menjadi juara umum dalam pelaksanaan MTQ,” ujarnya.
Ia memastikan, dukungan anggaran program ini tidak bersifat sementara. Ia menegaskan, Pemda Bulungan telah menjalankan program tersebut secara konsisten dan tahun ini memasuki tahun ketiga pelaksanaan.
“Minimal setiap tahun Rp 1 miliar dialokasikan. Ini sudah memasuki tahun ketiga,” katanya.
Syarwani menyatakan, kebijakan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menghargai pengabdian masyarakat yang selama ini menjaga kehidupan keagamaan di Bulungan. Ia menegaskan, program tersebut diberikan sebagai penghormatan atas dedikasi mereka.
“Ini sebagai penghargaan kepada mereka,” pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim