Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Disperta Bulungan Dorong Peternakan Terintegrasi, Listrik Jadi Kendala

Fijai RT • Rabu, 21 Januari 2026 | 01:36 WIB

PETERNAKAN: Sapi di salah satu peternakan di Bulungan.
PETERNAKAN: Sapi di salah satu peternakan di Bulungan.
TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan terus menguatkan sektor pertanian melalui pendekatan terintegrasi antar pertanian, peternakan dan hortikultura guna memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan, Kristiyanto mengatakan, pertumbuhan sektor peternakan di Bulungan masih relatif terbatas, khususnya untuk ternak besar seperti sapi, kambing, dan babi.
“Dari sektor peternakan memang kami integrasikan, tetapi pertumbuhannya belum terlalu tinggi. Untuk ternak besar hanya sekitar 4 persen, sedangkan unggas bisa mencapai 5 persen,” kata Kristiyanto kepada Radar Kaltara, Selasa (20/1).

Ia menjelaskan, peningkatan produksi ternak besar masih terkendala berbagai faktor, terutama keterbatasan lahan yang memenuhi syarat teknis peternakan modern.
“Kendala utama itu kebutuhan lahan. Banyak lokasi jauh dari permukiman, tetapi tidak tersedia listrik. Padahal peternakan, apalagi sistem tertutup, wajib ada listrik untuk blower dan pengaturan suhu,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat minat investor dan pelaku usaha peternakan belum tumbuh optimal, meski kebutuhan daging terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.
“Tidak mungkin usaha ternak berjalan tanpa listrik. Akses wilayah ini yang masih menjadi hambatan bagi kita,” tegasnya.

Meski demikian, Disperta Bulungan terus mendorong pengembangan peternakan unggas, khususnya ayam potong, dengan memotivasi munculnya pengusaha baru di sektor tersebut.
“Kami akan memotivasi masyarakat agar muncul pengusaha yang mau bergerak di ternak ayam, karena unggas relatif lebih cepat berkembang,” katanya.

Kristiyanto menambahkan, kerja sama dengan pihak swasta juga terus diperkuat, salah satunya dengan PT Japfa yang dinilai berhasil mendukung ekosistem peternakan ayam di Bulungan.
“Kerja sama dengan PT Japfa berjalan sangat baik. Pengusaha menyiapkan kandang dan lokasi, sementara Japfa menyediakan DOC dan pakan. Pembayaran dilakukan setelah panen, dipotong biaya pakan dan DOC,” ungkapnya.

Skema tersebut, lanjut dia, memberi kemudahan bagi peternak pemula sekaligus menjamin keberlanjutan usaha.
“Model ini sangat bagus dan terus kami komunikasikan agar bisa berjalan berkelanjutan,” tambahnya.

Selain peternakan, Disperta Bulungan juga menargetkan peningkatan produksi di sektor perkebunan dan hortikultura dengan membentuk sentra produksi berbasis wilayah.
“Kami akan menciptakan sentra produksi. Setiap wilayah akan ditetapkan melalui peraturan bupati sebagai kawasan sentra, sesuai program satu desa satu produk atau klaster,” jelasnya.
Ia berharap kebijakan tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan petani serta peternak di Bulungan.
“Harapannya, tahun ini klaster produksi itu sudah mulai muncul dan berjalan,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim