Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Impor Kaltara Tembus USD 823,96 Juta, Tiongkok Mendominasi Lebih dari 50 Persen

Iwan RT • Minggu, 18 Januari 2026 | 14:32 WIB
Hasil industri menjadi salah satu penyebab turunnya impor Kaltara.
Hasil industri menjadi salah satu penyebab turunnya impor Kaltara.

TANJUNG SELOR - Impor migas dan nonmigas Kalimantan Utara (Kaltara) pada periode Januari-November 2025 tercatat sebesar USD 823,96 juta. Angka ini mengalami penurunan 1,89 persen bila dibanding periode yang sama di tahun 2024.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, komoditi barang migas melakukan impor sebesar USD 6,22 juta pada Januari-November 2025. Sedangkan untuk komoditi barang nonmigas melakukan impor sebesar USD 817,74 juta.

Penurunan nilai impor periode Januari-November 2025 ini disebabkan oleh turunnya nilai impor komoditi barang hasil industri menjadi USD 814,68 juta atau turun 1,95 persen, serta nilai impor hasil tambang turun 62,68 persen atau menjadi USD 3,07 juta. Sementara untuk hasil pertanian tercatat tidak melakukan transaksi impor.

Berbeda dengan kondisi November 2025, yang mana impor Kaltara tercatat sebesar USD73,16 juta atau naik 30,18 persen jika dibandingkan dengan November 2024. Peningkatan ini disebabkan naiknya nilai impor hasil industri dibanding November 2024.

Kepala BPS Kaltara, Mas’ud Rifai mengatakan, jika dilihat dari negara asal, yang paling mendominasi impor Kaltara itu Tiongkok dengan nilai lebih dari 50 persen dari total impor Kaltara periode Januari-November 2025.

“Khusus untuk barang migas, Kaltara mencatat nilai transaksi USD 6,22 juta dari Tiongkok,” ujar Mas’ud kepada Radar Tarakan, Ahad (18/1).

Sedangkan impor produk nonmigas Kaltara pada Januari-November 2025 sebesar USD 817,74 juta, dengan rincian dari Tiongkok USD 666,68 juta, Singapura USD 76,12 juta, Vietnam USD 46,86 juta dan negara lainnya USD 28,08 juta.

“Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, impor nonmigas pada Januari-November 2025 mengalami penurunan 2,54 persen,” tuturnya.

Secara kumulatif, nilai impor nonmigas pada periode Januari - November 2025 tercatat USD 817,74 juta, mengalami penurunan sebesar 2,54 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024.

Adapun, neraca perdagangan Kaltara periode Januari-November 2025 mengalami surplus sebesar USD 429,61 juta atau turun 72,57 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Pada November 2025, neraca perdagangan Kaltara mengalami surplus USD 37,75 juta atau turun 46,61 persen dibandingkan November 2024. (iwk/lim)

Editor : Azward Halim