TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan mencatat perkembangan harga berbagai komoditas pada Desember 2025 secara umum mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi tersebut mendorong terjadinya inflasi tahunan atau year on year (yoy) sebesar 2,93 persen.
Kepala BPS Bulungan, Yuda Agus Irianto mengatakan, inflasi yoy terjadi seiring naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,18 pada Desember 2024 menjadi 108,26 pada Desember 2025.
“Pada Desember 2025, Bulungan mengalami inflasi year on year sebesar 2,93 persen, dengan inflasi month to month (mtm) sebesar 0,67 persen dan inflasi year to date (ytd) sebesar 2,93 persen,” kata Yuda kepada Radar Kaltara, Rabu (7/1).
Dikatakan, inflasi tahunan tersebut dipicu kenaikan harga di sejumlah kelompok pengeluaran utama. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,23 persen, disusul kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 9,12 persen.
"Kelompok makanan, minuman
dan tembakau juga memberikan tekanan inflasi dengan kenaikan indeks sebesar 2,73 persen," ungkapnya.
Kemudian, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran mengalami inflasi 1,63 persen, diikuti kelompok pendidikan 0,92 persen dan kesehatan 0,59 persen. Namun demikian, tidak semua kelompok pengeluaran mengalami kenaikan.
“Beberapa kelompok justru mengalami penurunan indeks, seperti perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,94 persen serta transportasi sebesar 2,15 persen,” kata Yuda.
BPS Bulungan juga mencatat sejumlah komoditas yang dominan menyumbang inflasi tahunan. “Komoditas yang memberi andil inflasi year on year antara lain tarif air minum PAM, emas perhiasan, ikan bandeng, sewa rumah, bawang merah, tomat, beras serta beberapa jenis ikan dan bakso siap santap,” ungkapnya.
Sementara itu, sejumlah komoditas justru menahan laju inflasi karena mengalami penurunan harga.
“Komoditas penyumbang deflasi year on year di antaranya angkutan udara, cabai rawit, bawang putih, jagung manis, kangkung serta beberapa produk rumah tangga,” jelasnya.
Untuk inflasi mtm, BPS mencatat tekanan harga terutama berasal dari bahan pangan.
“Inflasi month to month Desember 2025 didorong kenaikan harga bawang merah, cabai rawit, daging ayam ras, ikan layang, emas perhiasan, dan tomat,” ungkapnya.
Adapun secara kontribusi, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang inflasi yoy terbesar.
“Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 1,89 persen, disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,79 persen,” pungkasnya. (jai/lim)