TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan terus memperkuat pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi. Hal tersebut ditegaskan Bupati Bulungan Syarwani saat meninjau Satuan Permukiman (SP) 10 Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Bulungan.
Kepada Radar Kaltara, Syarwani mengakui bahwa infrastruktur masih menjadi PR. Namun, saat ini di SP 10 kita sama-sama melihat sudah ada program semenisasi lebih dari 2 kilometer (km) yang dilaksanakan oleh kementerian pada 2025.
“Memang infrastruktur ini masih menjadi pekerjaan rumah. Tetapi, di SP 10 kita bisa melihat sudah ada program semenisasi lebih dari 2 kilometer yang dilaksanakan oleh kementerian pada 2025,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Selasa (6/1).
Ia menyampaikan apresiasi kepada pusat atas dukungan pembangunan infrastruktur dasar di kawasan transmigrasi Bulungan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri atas dukungannya di kawasan transmigrasi ini,” ujarnya.
Selain jalan, Syarwani menyoroti pemenuhan kebutuhan dasar lainnya, khususnya kelistrikan. Menurutnya, kehadiran jaringan PLN menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga transmigrasi.
“Hari ini kita juga melihat penerangan PLN sudah ada. Untuk 55 KK, melalui SDM Provinsi sudah dilakukan komunikasi agar sambungan listrik bisa langsung masuk ke rumah warga,” jelasnya.
Ia menegaskan, pembangunan kawasan transmigrasi tidak boleh hanya berfokus pada penyediaan lahan, tetapi harus dibarengi dengan pemenuhan infrastruktur pendukung secara menyeluruh.
“Kita tidak hanya bicara soal lahan yang dikelola, tetapi juga pemenuhan kebutuhan infrastruktur. Itu menjadi sangat penting, termasuk konektivitas antar SP,” tegasnya.
Syarwani mengungkapkan, sejak 2024 Pemda Bulungan mulai melakukan intervensi penataan jembatan di kawasan SP 1 hingga SP 10 Tanjung Buka, meski dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Kita sudah pelan-pelan melakukan intervensi penataan jembatan sejak 2024, tentu menyesuaikan dengan kemampuan yang ada,” katanya.
Ia mengakui jumlah jembatan di kawasan transmigrasi cukup banyak sehingga penanganannya harus dilakukan berdasarkan skala prioritas.
“Jumlah jembatan di kawasan SP 1 sampai SP 10 ini cukup banyak. Yang menjadi prioritas adalah jembatan yang menghubungkan dan mengoneksikan antar satuan permukiman,” ungkapnya.
Meski demikian, ia tidak menampik bahwa belum seluruh kebutuhan perbaikan jembatan dan jalan penghubung dapat terakomodasi.
“Memang belum semuanya bisa menjawab kebutuhan perbaikan jembatan maupun jalan sebagai konektivitas antar-SP,” ujarnya.
Syarwani juga menyinggung jembatan besar menuju Silimau yang telah diusulkan untuk ditangani lebih lanjut, meski masih memerlukan kajian teknis lintas instansi.
“Jembatan besar ke arah Silimau sudah kita usulkan. Secara teknis memang masih perlu pendalaman melalui dinas terkait, terutama Dinas PU dan perencanaan,” bebernya.
Ke depan, Pemda Bulungan akan terus mendorong dukungan lintas level pemerintahan agar konektivitas kawasan transmigrasi dapat terwujud secara menyeluruh.
“Ini akan terus kita suarakan, baik melalui Provinsi Kalimantan Utara maupun kementerian terkait. Yang jelas, konektivitas ini penting agar kawasan transmigrasi terhubung dengan wilayah kota dan pusat aktivitas ekonomi,” pungkasnya. (jai/lim)