TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan terus mendorong perluasan rumah produksi pengolahan ikan sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.
Bupati Bulungan Syarwani menyebut, saat ini rumah produksi yang berjalan masih terbatas dan perlu dikembangkan ke wilayah lain yang dinilai memiliki potensi besar.
“Rumah produksi pengelolaan ikan ini kan baru enam. Masih banyak lokasi lain yang bisa dikembangkan, seperti di Siandau, Liagu wilayah Antal hingga Tias,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Selasa (9/12).
Ia menegaskan, pengembangan rumah produksi tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai tambah hasil perikanan, tetapi juga diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum ibu-ibu.
“Tujuannya agar ada aspek pemberdayaan, terutama bagi ibu-ibu, sehingga mereka memiliki kegiatan pengolahan yang produktif,” katanya.
Syarwani mencontohkan rumah produksi yang telah berjalan di Lebong, Kelurahan Tanjung Palas Hilir, yang kini memproduksi olahan berbahan ikan, seperti pentolan bakso ikan.
“Di Lebong sudah berjalan kegiatan produksi pentolan bakso berbahan ikan, dan ini terbukti memberikan nilai ekonomi,” ungkapnya.
Dari sisi kapasitas, rumah produksi tersebut mampu menghasilkan sekitar 300 kilogram (kg) per bulan, dengan rerata produksi sekitar 10 kg per hari.
“Produksinya bisa 10 kilo per hari, totalnya sekitar 300 kilo per bulan, dan harga jualnya juga cukup lumayan,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil produksi itu tidak kesulitan pasar karena telah terserap oleh pelaku usaha kuliner lokal.
“Pemasarannya diambil oleh pengusaha kuliner, terutama penjual bakso yang berbasis ikan,” katanya.
Di sisi lain, rumah produksi ikan ini juga bisa diintegrasikan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai sumber protein alternatif.
“Tidak semuanya harus daging. Ikan juga bisa menjadi sumber protein, dan ini bisa disambungkan dengan dukungan terhadap MBG,” tegasnya.
Untuk memperkuat kualitas produk, Pemda Bulungan mendorong kolaborasi lintas sektor, mulai dari aspek keamanan pangan, sertifikasi, hingga kemasan.
“Saya berterima kasih karena BPOM hadir langsung memberi dukungan, termasuk dari Kementerian Agama dan MUI terutama dalam sertifikasi halal,” ujarnya.
Syarwani juga menekankan peran DKUKMPP Bulungan dalam meningkatkan kualitas kemasan produk.
“Termasuk DKUKMPP Bulungan soal kemasan. Ini yang akan kita sinkronkan, nanti Dinas Perikanan akan berdiskusi lebih lanjut dengan DKUKMPP Bulungan supaya kemasannya lebih menarik,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim