Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Siklon Tropis KOTO Meningkat, BMKG Ingatkan Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Radar Tarakan • Kamis, 27 November 2025 | 15:57 WIB
FOTO: ILUSTRASI
FOTO: ILUSTRASI

TANJUNG SELOR — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat di Kaltara mewaspadai cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Peringatan ini menyusul meningkatnya aktivitas Siklon Tropis KOTO yang kini berada di Laut Cina Selatan.

Kepala Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan Muhammad Sulam Khilmi menjelaskan, KOTO terbentuk dari bibit Siklon Tropis 92W yang tumbuh di Laut Filipina pada 23 November 2025 pukul 07.00 WIB, lalu mencapai intensitas siklon pada 25 November 2025 pukul 19.00 WIB di Laut Sulu.

“Bibit 92W mengalami penguatan signifikan dan telah berkembang menjadi Siklon Tropis KOTO kategori 3. Sistem ini kini bergerak menjauhi wilayah Indonesia, tetapi tetap memberi dampak tidak langsung terhadap cuaca di beberapa daerah, termasuk Kalimantan Utara,” kata Sulam kepada Radar Kaltara, Kamis (27/11).

Menurutnya, posisi terkini siklon berada di Laut Cina Selatan pada 12.6 Lintang Utara (LU) – 115.2 Bujur Timur (BT) atau sekitar 1.060 kilometer (km) sebelah utara barat laut Tarakan.

Siklon bergerak ke arah barat–barat laut dengan kecepatan 12 knot (22 km/jam) dan membawa angin maksimum 65 knot (120 km/jam) dengan tekanan pusat 975 hektopascal (hPa).

“Dalam 24 jam ke depan, KOTO diprediksi tetap berada pada kategori 3 dengan arah gerak bergeser ke barat daya–barat dan terus menjauhi Indonesia,” ungkapnya.

Pada prediksi 27 November 2025 pukul 19.00 WIB, posisi siklon diperkirakan di 12.5 LU – 113.6 BT, atau sekitar 1.110 km dari Tarakan, dengan kekuatan angin yang tetap stabil di 65 knot.

Meski menjauh, Siklon Tropis KOTO tetap membawa dampak tidak langsung pada wilayah Indonesia bagian utara.

“Dampak utamanya berupa hujan intensitas sedang hingga lebat, terutama di Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kepulauan Riau,” terang Khilmi.

BMKG juga mencatat potensi gelombang sedang 1,25–2,5 meter di sejumlah perairan, Kaltara, Sulawesi bagian barat, Selat Makassar bagian utara, Kepulauan Anambas, Kepulauan Subi–Serasan.

Sementara itu, gelombang kategori tinggi 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara dan Kepulauan Natuna.

“Masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran kami minta benar-benar memperhatikan peringatan gelombang tinggi, karena kondisi perairan diprediksi cukup berbahaya,” tegasnya.

Untuk itu, BMKG mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap cuaca yang dapat berubah cepat, terutama potensi bencana hidrometeorologi.

“Kami mengimbau warga menghindari area terbuka ketika terjadi hujan disertai angin kencang dan petir. Hindari pula berteduh di bawah pohon atau bangunan yang sudah rapuh,” pungkasnya. (jpg/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #cuaca ekstrem #waspada #bulungan #Siklon Tropis KOTO #bmkg