TANJUNG SELOR – Dinas Perikanan Bulungan memperkuat pengembangan sektor perikanan budidaya. Salah satunya, mengembangkan sistem mina padi di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Bulungan.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Bulungan, Samti Darnur menjelaskan, kawasan Salimbatu telah ditetapkan sebagai area mina padi berdasarkan SK Bupati Bulungan.
“Wilayah Salimbatu sudah diplot sebagai kawasan pengembangan mina padi. Program ini sudah berjalan kurang lebih tiga tahun dan akan terus kami support,” kata Samti.
Untuk 2025, program tersebut kembali diperkuat melalui pembukaan lahan baru oleh Dinas Pertanian seluas 25 hektare (ha). “Tahun ini Dinas Pertanian telah membuka 25 hektare. Tahun depan kami siap mendukung penyediaan benih dan pakan,” ungkapnya.
Selain minapadi, Dinas Perikanan Bulungan juga mengembangkan demplot budidaya udang galah di satuan pemukiman (SP) Desa Tanjung Buka yang juga sudah berjalan tiga tahun. Langkah ini bertujuan menghidupkan kembali potensi udang galah di Bulungan.
“Kami terus mengevaluasi dan mencari rekomendasi teknis terbaik agar pembudidaya di Bulungan bisa mengembangkan udang galah, khususnya di lahan pasang surut seperti kawasan transmigrasi,” jelasnya.
Saat ini, sambung Samti, Dinas Perikanan Bulungan konsisten memberikan dukungan kepada pembudidaya pemula melalui bantuan benih, pakan, hingga sarana-prasarana pendukung lainnya.
“Kami ingin pembudidaya pemula tetap eksis. Bantuan benih, pakan, dan sapras rutin kami berikan agar usaha mereka berjalan baik,” tambahnya.
Meski berbagai program telah berjalan, Samti menegaskan bahwa pengembangan perikanan budidaya di Bulungan masih didominasi sistem tradisional.
“Sekarang ini, teknologi belum banyak digunakan. Budidaya udang windu dan bandeng masih tradisional,” ungkapnya.
Teknologi yang mulai diterapkan baru sebatas penggunaan probiotik pada kolam terpal air tawar. “Untuk budidaya ikan air tawar, beberapa sudah memakai probiotik seperti EM4 agar air tidak perlu diganti hingga panen tiga bulan. Ini teknologi yang sudah kami terapkan sejauh ini,” katanya.
Meski sederhana, metode tersebut dinilai cukup efektif bagi pembudidaya lokal.“Dengan cara seperti ini, hasilnya masih efektif,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim