TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan terus mendorong kemandirian fiskal daerah dengan mengandalkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Salah satu terobosan terbaru yang segera terealisasi adalah peluncuran produk air minum dalam kemasan (AMDK) hasil pengembangan Perumda Air Minum Danum Benuanta.
Bupati Bulungan Syarwani mengungkapkan, proyek ini dijadwalkan resmi diluncurkan pada Januari 2026. “Insyaallah di Januari 2026 kami sudah bisa melaunching salah satu BUMD yang berinovasi, yakni Perumda Air Minum Danum Benuanta,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Jumat (7/11).
Menurutnya, inovasi ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan penurunan transfer keuangan dari pemerintah pusat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
“Kita melakukan inovasi melalui Perumda Air Minum Danum Benuanta, yang selama ini melayani kebutuhan masyarakat di bidang air bersih. Kini kami membuka unit usaha baru, yaitu air minum dalam kemasan,” ungkapnya.
Syarwani menambahkan, selain memenuhi kebutuhan masyarakat, unit usaha baru tersebut juga diharapkan menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang berkelanjutan.
“Air minum dalam kemasan ini akan dikelola secara profesional dan diharapkan bisa memberikan dividen bagi pemerintah daerah. Ini bagian dari upaya kami untuk meningkatkan PAD melalui inovasi daerah,” katanya.
Ia tidak menampik bahwa tantangan fiskal masih menjadi kendala utama. Pemerintah pusat, lanjut Syarwani, telah memangkas sebagian dana transfer daerah pada 2026. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan langkah Pemkab Bulungan untuk tetap berinovasi.
“Kami sadar transfer keuangan dari pemerintah pusat kepada daerah, termasuk Bulungan, di tahun 2026 akan mengalami pemotongan cukup besar. Tetapi kami harapkan ke depan bisa kembali normal agar pertumbuhan ekonomi Bulungan terus bergerak positif,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Syarwani menegaskan, inovasi BUMD seperti ini adalah bentuk adaptasi daerah dalam menghadapi keterbatasan fiskal tanpa mengurangi pelayanan publik.
“Inovasi harus terus jalan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan dana pusat. Harus ada terobosan yang mampu memberi nilai tambah bagi daerah dan masyarakat,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim