Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tekan Defisit, Pemkab Bulungan Batasi Seremonial dan Perjalanan Dinas

Fijai RT • Selasa, 4 November 2025 | 17:46 WIB

 

BERI ARAHAN : Bupati Bulungan saat memberikan arahan kepada ASN dalam apel Senin di Halaman Kantor Bupati Bulungan
BERI ARAHAN : Bupati Bulungan saat memberikan arahan kepada ASN dalam apel Senin di Halaman Kantor Bupati Bulungan

TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan memastikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026 masih berada pada posisi defisit. Hal ini disampaikan Bupati Bulungan Syarwani.

Menurutnya, arah pembangunan Bulungan tetap berpedoman pada prioritas pembangunan nasional dan Pemprov Kaltara, namun di lapangan masih terdapat berbagai tantangan besar yang harus segera diatasi.

“Kita masih dihadapkan pada sejumlah permasalahan prioritas, antar lain masih adanya penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan, rendahnya keterkaitan antar sektor industri dan usaha tradisional serta rendahnya daya saing komoditas daerah,” kata Syarwani.

Ia menambahkan, tantangan lainnya juga mencakup rendahnya produktivitas pertanian secara luas, belum optimalnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) serta perlunya pengurangan kesenjangan pembangunan dan ekonomi antar wilayah.

“Selain itu, kita perlu mempercepat pembangunan infrastruktur, melanjutkan reformasi birokrasi dan mendorong penciptaan lapangan kerja baru terutama di sektor swasta. Pemerintah akan terus meyakinkan para investor untuk berinvestasi di Bulungan,” tegasnya.

Syarwani menyebut, kondisi keterbatasan fiskal membuat kebutuhan pengeluaran daerah lebih besar daripada kemampuan keuangan yang ada, sehingga RAPBD 2026 masih berada pada posisi defisit.

“Kami mengambil langkah antisipatif agar pelaksanaan anggaran tetap efisien dan terukur,” jelasnya.

Nantinya, ada tiga langkah strategis yang akan ditempuh Pemda Bulungan. Pertama, melakukan evaluasi terhadap potensi sumber pendapatan daerah, terutama sektor pajak dan retribusi.

Kedua, menyusun skala prioritas belanja yang lebih ketat, agar program yang mendesak dapat dijalankan lebih dulu sementara program lainnya dilakukan bertahap.

“Ketiga, kami melakukan rasionalisasi dan penyesuaian belanja, termasuk membatasi kegiatan seremonial, mengurangi perjalanan dinas serta membatasi honorarium tim sesuai standar harga satuan regional,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Pemda Bulungan juga akan mengendalikan belanja konsumsi rapat dan kegiatan serupa agar penggunaan anggaran efektif.

“Prinsipnya, setiap rupiah anggaran harus digunakan seefisien mungkin dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Bulungan,” pungkasnya. (jai/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #perjalanan dinas #pemkab #defisit #bulungan