TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi pendapatan daerah yang cukup besar dari berbagai aspek.
Hal ini yang kemudian menjadi atensi dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara, Achmad Djufrie kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Dalam hal ini, Achmad Djufrie mendorong Pemerintah provinsi (Pemprov) Kaltara optimalisasi potensi pendapatan yang sejauh ini belum tergali.
“Rekomendasi kita, kita masih terus mengejar pendapatan yang belum tergali. Misalnya, masih kurangnya pendapatan dari pelabuhan-pelabuhan, seperti yang ada di Tengkayu. Itu kita lihat belum tergali maksimal,” ujar Achmad Djufrie.
Kemudian, pajak dari alat-alat berat yang masih belum tergali maksimal hingga saat ini. ini yang kemudian ditekankan oleh pihaknya dari Lembaga Legislatif kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk lebih fokus guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Tak hanya itu, masih ada banyak lagi sumber pendapatan daerah lainnya yang belum tergali di provinsi ke-34 Indonesia ini. Untuk mengoptimalkan pendapatan daerah, semua potensi akan terus dikejar.
“Kita juga terus berupaya atau bekerja keras ‘menjolok’ anggaran ke pusat untuk mengejar pelaksanaan pembangunan di Kaltara. Itu sudah kita dapatkan seperti pembangunan Sekolah Garuda. Itu bukan datang ujuk-ujuk, tapi ada perjuangan di situ,” pungkasnya. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim