Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Angka Stunting di Bulungan Turun Signifikan, Kini 15,9 Persen

Fijai RT • Senin, 13 Oktober 2025 | 12:54 WIB
GENERASI SEHAT : Bupati Bulungan saat berdialog dengan sejumlah murid di Bulungan
GENERASI SEHAT : Bupati Bulungan saat berdialog dengan sejumlah murid di Bulungan

TANJUNG SELOR – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan dalam menurunkan angka stunting menunjukkan hasil positif.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, prevalensi stunting di Bulungan berhasil turun signifikan dalam empat tahun terakhir, hingga mencapai 15,9 persen pada 2024.

Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan, penurunan stunting merupakan prioritas nasional sekaligus komitmen kuat Pemkab Bulungan untuk membangun generasi yang sehat dan produktif.

“Stunting bukan sekadar isu pertumbuhan fisik, tetapi juga menyangkut kecerdasan, produktivitas hingga masa depan bangsa,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Senin (13/10).

Menurutnya, berbagai langkah strategis telah diimplementasikan secara terpadu untuk mempercepat penurunan stunting di daerah.

Mulai dari rembuk stunting hingga tingkat kecamatan, penguatan peran Posyandu, pelatihan kader kesehatan, peningkatan cakupan gizi balita serta intervensi berbasis data bagi keluarga berisiko.

“Kita juga menerapkan pendekatan Pentahelix yang melibatkan dunia usaha, akademisi, media, masyarakat dan pemerintah,” jelasnya.

Dari hasil pemantauan SSGI, prevalensi stunting di Bulungan terus menunjukkan perbaikan. Pada 2021, angkanya masih 22,9 persen. Kemudian turun menjadi 18,9 persen pada 2022, sempat naik ke 22,6 persen di 2023, dan kembali menurun menjadi 15,9 persen pada 2024.

“Penurunan ini merupakan hasil kerja keras lintas sektor dan keterlibatan aktif pemerintah desa, kader Posyandu, serta seluruh masyarakat,” bebernya.

Meski demikian, Syarwani mengingatkan agar seluruh pihak tetap waspada dan konsisten menjaga tren positif ini.

“Kita harus pastikan setiap anak tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari stunting. Kita tidak ingin stunting menjadi warisan bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Syarwani menegaskan, Pemda Bulungan akan terus memperkuat kolaborasi dan memastikan seluruh program intervensi berjalan efektif di lapangan.

“Ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang masa depan anak-anak Bulungan dan kualitas sumber daya manusia kita di masa depan,” pungkasnya. (jai/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #Turun Signifikan #stunting #bulungan