TANJUNG SELOR – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Utara (Kaltara) turun tangan menyikapi pro dan kontra di masyarakat terkait rencana kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS) di Tarakan.
PWNU menginisiasi mediasi antar panitia penyelenggara dengan Aliansi Masyarakat Adat Kalimantan Utara (AMAKU), Kamis (18/9).
Ketua Tanfidziyah PWNU Kaltara, H Alwan Saputra, mengatakan inisiatif mediasi ini dilakukan sebagai upaya pencegahan potensi konflik sosial.
“Munculnya pro dan kontra yang semakin menguat menjadikan kita khawatir. Karena itu, kita berinisiatif mempertemukan kedua pihak. Alhamdulillah, semua pihak bersedia hadir,” kata Alwan kepada Radar Kaltara, Jumat (19/9).
Meski demikian, dalam pertemuan tersebut kedua pihak tetap pada sikap masing-masing. Perwakilan AMAKU, Agustinus Amos, menegaskan pihaknya menolak kedatangan HRS ke Tarakan.
“Kami tetap menolak kehadiran Habib Rizieq. Namun kalaupun acara tetap digelar, kami hanya berpesan agar dalam ceramahnya jangan memprovokasi. Beliau harus membawa ketenangan dan kedamaian untuk Kaltara,” tegas Agustinus dalam petemuan tersebut.
Di sisi lain, panitia penyelenggara melalui Sekretaris Aliansi Solidaritas Kaltara untuk Palestina, Ahmad Irwan, menyatakan kegiatan tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal.
“Kami tetap menyelenggarakan kegiatan yang sudah terjadwalkan,” ungkapnya.
Alwan menambahkan, meski belum ada titik temu, kedua pihak menyepakati beberapa hal penting.
“Panitia penyelenggara memaklumi keberatan pihak yang menolak. Mereka juga menjamin saat Habib Rizieq berceramah tidak akan menyinggung pihak berbeda agama atau keyakinan. Harapannya acara difokuskan pada dakwah dan penggalangan dana untuk Palestina,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pertemuan ini baru langkah awal untuk membangun saling pengertian. Meskipun tidak ada titik temu final, paling tidak kedua belah pihak sudah saling memahami,” ungkapnya.
Sementara itu, Ahmad Irwan mengapresiasi langkah PWNU Kaltara yang telah memfasilitasi mediasi ini.
“Kami sangat menghargai pertemuan ini. Semoga menjadi awal komunikasi yang baik,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim