Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kaltara Siap Jadi Provinsi Halal Unggulan Nasional hingga Pintu Gerbang Industri Halal ke Pasar Global

Iwan RT • Kamis, 26 Juni 2025 | 15:19 WIB
SYARIAH: Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang meninjau UMKM pada kegiatan Kashafa 2025 di Tanjung Selor, Rabu (25/6/2025). FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
SYARIAH: Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang meninjau UMKM pada kegiatan Kashafa 2025 di Tanjung Selor, Rabu (25/6/2025). FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara (Kaltara) telah secara resmi menutup acara Kaltara Sharia Festival (Kashafa) tahun 2025 di Tanjung Selor pada Rabu (25/6/2025).

Gelaran ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan ekonomi dan keuangan syariah yang telah berlangsung sejak Maret 2025. Ini menunjukkan komitmen Kaltara dalam memperkuat ekosistem industri halal di Kaltara, sebagai pintu gerbang wilayah perbatasan RI-Malaysia.

Melihat potensi melalui kegiatan dengan tema ‘Ekonomi Keuangan Syariah yang Inklusif untuk Pertumbuhan Ekonomi Kaltara yang Berkelanjutan’ ini, Kaltara dinilai siap menjadi provinsi halal unggulan nasional hingga menjadi pintu gerbang industri halal ke pasar global.

Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang menegaskan bahwa ekonomi syariah kini menjadi salah satu strategi utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Meski di tengah tantangan global, konomi Kalimantan Utara pada triwulan I-2025 tetap tumbuh positif 4,06 persen secara yoy,” ujar Gubernur Zainal kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi usai menghadiri kegiatan tersebut.

Namun, pertumbuhan itu harus bersifat inklusif dan berkelanjutan. Dalam hal ini, ekonomi syariah menjadi salah satu jalur utama untuk memberdayakan pelaku usaha kecil, perempuan dan komunitas berbasis syariah.

Secara keseluruhan, festival ini mencatatkan berbagai capaian penting, di antaranya omzet transaksi UMKM halal Rp 2,6 miliar, total pembiayaan syariah mencapai Rp 9,97 miliar, serta penerbitan 1.466 sertifikat halal kepada UMKM se-Kaltara.

Kepala Perwakilan BI Kaltara, Hasiando G. Manik menilai Kashafa sebagai platform konkret akselerasi ekonomi syariah.

“Kashafa bukan hanya festival, tapi juga momentum strategis untuk membangun ekosistem eksyar berbasis literasi, pembiayaan, digitalisasi dan penguatan kelembagaan. Kami yakin Kaltara dapat menjadi provinsi halal unggulan nasional dan menjadi pintu gerbang ke pasar global,” ujarnya.

Kashafa 2025 berfokus pada tiga pilar kegiatan, yakni Sharia Fair, Sharia Forum dan Sharia Competition. Di dalamnya terdapat berbagai program unggulan, seperti bazar UMKM halal, pasar murah, pelatihan sertifikasi halal, serta lomba mewarnai anak dan kompetisi bertema syariah.

Dengan seluruh capaian ini, Kashafa 2025 dinilai sebagai tonggak penting dalam sejarah pengembangan ekonomi syariah Kaltara. Festival ini membuka jalan bagi masa depan yang lebih inklusif, mandiri dan berdaya saing dalam ekosistem halal global. (iwk/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #bulungan