TANJUNG SELOR – Pergerakan investasi di Kalimantan Utara sementara ini masih didominasi Kota Tarakan.
Meski demikian, pada 2025 tahun depan Bulungan digadang-gadan akan menJadi lokomotif pergerakan investasi di Kaltara.
Penatakelola Penanaman Modal Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman menyampaikan hal itu.
Baca Juga: Lakukan Sortir Surat Suara Sebelum Dilipat, Ini Alasan KPU Bulungan
"Ini karena proyek kita seperti KIHI (Kawasan Industri Hijau Indonesia) di Tanjung Palas Timur sudah mulai jalan," ujar Rahman kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Senin (7/10).
Saat ini di KIHI sudah mulai berjalan aktivitas konstruksi, yang mana di tahun 2025 nanti targetnya sudah mulai dilakukan belanja mesin.
"Ini realisasinya paling besar. Kalau seperti PT Phoenix Resources International kemarin itu bisa sampai Rp 7 triliun. Jadi tahun 2025-2026 itu dimungkinkan masih Bulungan menjadi penyumbang terbesar investasi untuk Kaltara," katanya.
Baca Juga: 2025, Bulungan Akan Jadi Lokomotif Pergerakan Investasi di Kaltara
Sementara untuk tahun ini investasi di Kaltara masih didominasi oleh Kota Tarakan. Itu disumbang oleh PT Phoenix Resources International yang mana pada September kemarin sudah mulai operasional. "Mungkin di 2027 baru ada perkembangan investasi dari Malinau," sebutnya.
Jadi, saat ini Malinau masih belum termasuk menjadi lokomotif pergerakan investasi di Kaltara. Karena seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di sana masih berada pada tahap awal. "Nanti kalau sudah masuk tahap konstruksi itu baru terlihat investasinya," kata Rahman.
Demikian juga dengan di Kabupaten Tana Tidung dan Nunukan, sejauh ini masih belum. Ia menilai potensi investasi di beberapa kabupaten lainnya ini ada, tapi tidak sebesar Tarakan dan Bulungan. (iwk/har
Editor : Azwar Halim