TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan menerima dana insentif fiskal sebesar Rp. 5.726.208.000 yang langsung diterima Bupati Bulungan Syarwani. Insentif yang diterima atas prestasi dalam mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem.
Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, Kabupaten Bulungan tercatat sebagai satu-satunya di Kaltara yang berhasil mendapatkan dana insentif dari pemerintah pusat dalam kategori tersebut.
"Terima kasih yang setinggi-tingginya atas penghargaan yang diberikan kepada kami. Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat. Kami sangat berterima kasih dan bersyukur atas kerja keras kita semua dalam mencapai kesuksesan ini," kata Syarwani.
Baca Juga: Filsafat Didorong Masuk Kurikulum Sekolah Menengah
Selain itu, Pemda akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah. Pemerintah akan melakukan segala upaya yang diperlukan, baik dari segi infrastruktur maupun pelayanan, untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh masyarakat.
"Keberhasilan pengentasan kemiskinan sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. Sebagai pemerintah, kami akan memastikan bahwa program-program tersebut berjalan dengan efektif dan sesuai dengan harapan. Kami akan terus memantau dan mengevaluasi program-program tersebut agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ungkapnya.
"Sekali lagi, terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada kami. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten ini dan memastikan bahwa program-program pengentasan kemiskinan berjalan dengan efektif," sambungnya.
Baca Juga: Kampanyekan Pengurangan Plastik
Tahun ini, terdapat 23 kabupaten/kota yang mendapat dana insentif dari pemerintah, di mana penyerahannya dilakukan secara simbolis oleh Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin dalam rapat koordinasi percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem tahun 2024.
Dalam sambutannya, Ma’ruf Amin menyampaikan apresiasi kepada Pemda yang menunjukkan komitmen yang kuat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui upaya penghapusan kemiskinan.
"Pemda yang memperoleh penghargaan dapat memanfaatkannya untuk memperkuat berbagai program penanggulangan kemiskinan ekstrem yang tepat sasaran," ungkapnya.
Baca Juga: Kaltara Menuju Energi Terbarukan
Selain itu, Wapres juga meminta agar penentuan target penerima program kemiskinan ekstrem menggunakan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (Data P3KE).
Sehingga, intervensi menjadi lebih tepat sasaran dengan mengutamakan kelompok masyarakat miskin dengan akses terbatas, penduduk lansia, dan penyandang disabilitas.
“Intensifkan sinergi dan kolaborasi antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri di sektor potensial,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim