TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) hingga kini masih terus melakukan pembangunan.
Salah satu yang sedang dikerjakan saat ini adalah pembangunan rumah jabatan (rumjab) wakil gubernur (wagub) Kaltara yang berlokasi di kawasan pusat pemerintahan Provinsi Kaltara, Jalan Poros Trans Kaltara, Tanjung Selor arah Bulungan-Malinau.
Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya DPUPR-Perkim Kaltara, Ayub Reydon Lumban Tobing mengatakan, untuk pembangunan rumjab wagub Kaltara itu pada tahun 2024 ini sudah dimulai dengan ‘suntikan’ anggaran sekitar Rp 10 miliar.
Baca Juga: Bawaslu Minta Masyarakat Aktif Beri Tanggapan, Terhadap Bapaslon Kepala Daerah yang Dinyatakan MS
“Tapi karena waktunya sudah berkurang, kemudian kami juga butuh untuk penanganan tebing di dua bangunan besar itu, maka nanti nilainya mungkin akan kami optimasi,” ujar Ayub kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Menurutnya, optimasi yang akan dilakukan kemungkinan 50 persen dari nilai yang ada, yakni sekitar Rp 5 miliar.
dalam hal ini, anggaran sekitar Rp 5 miliar itu diestimasikan bisa digunakan untuk pembangunan struktur, pondasi, kolom, hingga pemasangan atap.
“Sedangkan Rp 5 miliar lainnya, mungkin nanti akan kami alihkan untuk penanganan tebing di kawasan rumjab wagub itu,” sebutnya.
Ayub menjelaskan, ini dilakukan untuk antisipasi terjadinya curah hujan yang tinggi di daerah itu. Karena jika terjadi curah hujan yang tinggi, takutnya terjadi gerusan tanah yang bisa berdampak pada keberadaan rumjab wagub tersebut.
“Anggaran yang dioptimasi itu tetap untuk kebutuhan rumjab wagub ini juga, tapi dialihkan untuk kegiatan lainnya dalam bentuk penanganan tebing. Ini supaya anggaran itu bisa fungsional, daripada tidak terserap dan jadi Silpa,” tuturnya.
Baca Juga: Awasi Pilkada di Kaltara, Bawaslu Butuh 1.363 PTPS
Pada prosesnya, lanjut Ayub, penanganan tebing dan pendirian bangunan rumjab itu akan dilakukan secara bersamaan. Khusus untuk penahan tebingnya, itu nanti ada yang menggunakan bronjong, ada juga yang menggunakan vegetasi tumbuh-tumbuhan.
“Di situ nanti, yang penting kita bikin saluran drainase-nya lebih baik. Karena air ini yang membawa tanah dari atas. Jadi penanganan tebing ini dicampur, ada yang menggunakan bronjong, ada yang menggunakan vegetasi tanaman,” jelasnya.
Pastinya, untuk tahun ini rumjab wagub itu belum bisa selesai 100 persen. Tapi, pihaknya optimistis bahwa dengan anggaran Rp 5 miliar itu bisa terselesaikan struktur bangunannya hingga pemasangan atap. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim