Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pengembangan Desa Wisata Jadi Fokus Utama

Radar Tarakan • Kamis, 28 Maret 2024 | 08:20 WIB

 

IWAN K/RADAR KALTARA Fokus: Pantai Tanah Kuning menjadi salah satu potensi wisata yang bisa dijual di Kaltara.
IWAN K/RADAR KALTARA Fokus: Pantai Tanah Kuning menjadi salah satu potensi wisata yang bisa dijual di Kaltara.

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi wisata cukup besar dengan sebagai di tiap kabupaten/kota, mulai dari wisata religi hingga wisata alam.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara, Njau Anau mengatakan, untuk sektor kepariwisataan ini, fokus utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara adalah pengembangan Desa Wisata, di antaranya Desa Setulang, Malinau.

“Pengembangan pariwisata di Kaltara ini menjadi salah satu fokus kita. Pada tahun 2024 ini, ada beberapa destinasi wisata yang perlu kita tingkatkan,” ujar Njau kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor beberapa waktu lalu.

Seperti yang dilihat saat ini, ada beberapa destnasi di kabupaten/kota di Kaltara yang sudah mulai didorong untuk lebih ditingkatkan lagi. Seperti di Desa Setulang, Malinau itu sudah didorong untuk terus ditingkatkan.

Selain itu, lanjut Njau, saat ini pihaknya juga sedang fokus pada pengembangan potensi wisata Tanah Kuning. Bahkan, sudah ada rencana juga untuk dilakukan pertemuan dengan kabupaten/kota di Tanah Kuning dengan tujuan untuk mengangkat Tanah Kuning sebagai salah satu destinasi unggulan di Kaltara.

“Kalau kami tentu akan terus berkomitmen untuk terus memajukan pariwisata di Kaltara dengan menitikberatkan pada destinasi-destinasi yang memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan, di antaranya Tanah Kuning dan Desa Setulang tadi,” tuturnya.

Selain melakukan pembahasan terkait strategi pengembangan pariwisata di Kaltara, pada pertemuan di Tanah Kuning nanti juga akan dilakukan evaluasi. Jika melihat tahun 2023 lalu, terjadi peningkatan aksesibilitas dan popularitas wisata Tanah Kuning.

“Tentu harapannya ini dapat terus ditingkatkan. Masih ada banyak potensi yang belum tergali di Kaltara ini, jadi kami akan melakukan pendekatan secara komprehensif dan kolaboratif dengan semua OPD (organisasi perangkat daerah) terkait,” katanya.

Tentu, di sini harus ada kebersamaan. Artinya, semua melihat potensi itu, sehingga jika ingin membangun dan mengembangkan potensi yang dimiliki itu, tidak cukup jika hanya berharap dengan Dispar, tapi semua OPD terkait harus mengambil andil.

“Terutama dari pemerintah kabupaten/kota yang memiliki wilayah. Jadi harus ada kesiapan dari pemerintahnya, sedangkan dari pemerintah provinsi lebih kepada mendorong, membina dan mengarahkan,” bebernya.

Selain itu, untuk potensi wisata di Kaltara ini juga ada dukungan dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang akan melakukan studi. Jadi, nanti itu selain industri, di sana juga ada destinasi wisata dan masyarakat.

Pastinya, diupayakan potensi wisata yang ada di Kaltara ini dapat lebih dikenal lagi. Tidak hanya sampai ke tingkat nasional, tapi juga diharapkan bisa dikenal sampai ke tingkat internasional. (iwk/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #tanjung selor