‘Sinyal’ tetap Ziyap (Zainal-Yansen) ini keluar dari mulut Zainal saat membuka salah satu kegiatan di Tanjung Selor Ibu Kota Kaltara pada Senin (30/10). Hal ini lantaran Zainal menilai waktu kerjanya bersama Yansen pada periode pertama ini sangat minim, yakni efektif hanya sekitar 2 tahun.
“Insyaallah, bagaimana masyarakat menilai kinerja yang sudah kami laksanakan bersama Pak Yansen selama lebih kurang dua tahun setengah ini,” ujar Zainal kepada Radar Kaltara, Senin (30/10).
Dijelaskannya, untuk satu periode menjabat yang dalam ketentuannya ditetapkan selama 5 tahun, itu tidak sampai untuk jabatannya bersama Yansen. Ini karena adanya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak yang akan dilaksanakan akhir tahun 2024.
Artinya, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) itu tidak mungkin dapat diselesaikan 100 persen. Pasti ada program-program yang tidak dapat diselesaikan, karena waktu yang tersedia memang tidak cukup.
“Dari 5 tahun, itu satu tahun setengah Covid, ya kan. Kemudian dipotong satu tahun setengah lagi untuk Pilkada. Jadi saya eksis bersama Pak Yansen paling dua tahun untuk membangun Kalimantan Utara ini,” katanya.
Oleh karena ini, Zainal menyampaikan bagaimana keberlanjutan program-program yang sudah dicanangkan ini, apakah masih dipercayakan oleh masyarakat kepadanya bersama Yansen TP, itu tentu masyarakat yang akan menilai.
“Nanti masyarakat menilai, selama dua tahun ini apa saja yang Pak Zainal dan Pak Yansen sudah kerjakan. Ya kan, dua tahun ini sudah berapa program yang diselesaikan,” kata mantan Wakapolda Kaltara ini.
Harapannya, apa yang sudah dikerjakan olehnya bersama dengan Yansen sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah Kaltara itu bisa langsung dilihat, dinilai dan dirasakan oleh masyarakat di wilayah provinsi ke-34 Indonesia ini.
“(Potensi bersama dengan Yansen maju di Pilgub Kaltara 2024) insyaallah. Insyaallah ya,” pungkasnya. (iwk/har) Editor : Azwar Halim