Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kategori Merah, Berikut 4 Wilayah di Kaltara Berisiko Terjadi Karhutla

Azwar Halim • Rabu, 2 Agustus 2023 | 12:00 WIB
Kobaran api melahap lahan warga di Desa Gunung Sari beberapa waktu lalu.
Kobaran api melahap lahan warga di Desa Gunung Sari beberapa waktu lalu.
TANJUNG SELOR - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  mendeteksi 15 titik panas (hotspot) yang tersebar di lima kabupaten/kota di Kaltara, satu di antaranya masuk dalam kategori merah (sangat mudah terbakar).

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Bulungan, Ahmad Syah mengaku akan terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk mengantisipasi

potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bulungan. "Jadi, kita saling berkolaborasi," kata Ahmad kepada Radar Kaltara, Senin (31/7).

Berdasarkan data BPBD Bulungan, tercatat ada empat wilayah kecamatan yang berisiko tinggi terjadi karhutla, yakni Tanjung  Selor, Tanjung Palas Timur, Tanjung Palas Utara dan

Sekatak. “Setiap tahun selalu terjadi kebakaran di empat wilayah kecamatan tersebut,” kata Ahmad Syah kepada Radar Kaltara belum lama ini.

Umumnya, karhutla terjadi pada Juli-Agustus. Untuk itu, BPBD Bulungan terus berupaya mengantisipasi potensi kebakaran. "Kita akan terus berkolaborasi dengan semua pihak untuk mengantisipasi karhutla di wilayah Bulungan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi mengatakan, berdasarkan indeks fine fuel moisture code (FFMC) menunjukkan tingkat

potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan ringan yang mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah.

"Mewakili tingkat kekeringan bahan-bahan ringan mudah terbakar (seperti humus permukaan, sampah dedaunan kering, alang-alang, dan bahan ringan lain) yang biasanya menutupi lantai hutan pada kedalaman 1-2 sentimeter (cm)," kata Sulam.

Hal ini dapat terdeteksi sebagai hotspot. Sementara, drought code (DC) menunjukan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan

organik padat di lapisan bawah permukaan tanah dan bahan-bahan kayu berat (seperti gelondongan kayu) di permukaan tanah masuk dalam katagori low (aman). "Kalau masuk katagori merah. Tingkat keparahannya lebih tinggi," ujarnya.

Berdasarkan pantauan pada laman Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Saat ini, sudah ada beberapa hotspot yang terpantau di wilayah Bumi Benuanta. "Tetapi,

hotspot yang terpantau sekarang ini masih dalam katagori kuning (mudah terbakar)," bebernya.

Namun, kata dia, ada satu hotspot yang masuk dalam katagori merah terpantau di Malinau. "Iya, hari ini (kemarin, Red) ada satu hotspot yang masuk katagori merah terpantau di Malinau," ungkapnya. (jai/eza) Editor : Azwar Halim
#kaltara #tanjung selor #bulungan