Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Bulungan, Ahmad Syah mengaku akan terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk mengantisipasi
potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bulungan. "Jadi, kita saling berkolaborasi," kata Ahmad kepada Radar Kaltara, Senin (31/7).
Berdasarkan data BPBD Bulungan, tercatat ada empat wilayah kecamatan yang berisiko tinggi terjadi karhutla, yakni Tanjung Selor, Tanjung Palas Timur, Tanjung Palas Utara dan
Sekatak. “Setiap tahun selalu terjadi kebakaran di empat wilayah kecamatan tersebut,” kata Ahmad Syah kepada Radar Kaltara belum lama ini.
Umumnya, karhutla terjadi pada Juli-Agustus. Untuk itu, BPBD Bulungan terus berupaya mengantisipasi potensi kebakaran. "Kita akan terus berkolaborasi dengan semua pihak untuk mengantisipasi karhutla di wilayah Bulungan," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi mengatakan, berdasarkan indeks fine fuel moisture code (FFMC) menunjukkan tingkat
potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan ringan yang mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah.
"Mewakili tingkat kekeringan bahan-bahan ringan mudah terbakar (seperti humus permukaan, sampah dedaunan kering, alang-alang, dan bahan ringan lain) yang biasanya menutupi lantai hutan pada kedalaman 1-2 sentimeter (cm)," kata Sulam.
Hal ini dapat terdeteksi sebagai hotspot. Sementara, drought code (DC) menunjukan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan
organik padat di lapisan bawah permukaan tanah dan bahan-bahan kayu berat (seperti gelondongan kayu) di permukaan tanah masuk dalam katagori low (aman). "Kalau masuk katagori merah. Tingkat keparahannya lebih tinggi," ujarnya.
Berdasarkan pantauan pada laman Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Saat ini, sudah ada beberapa hotspot yang terpantau di wilayah Bumi Benuanta. "Tetapi,
hotspot yang terpantau sekarang ini masih dalam katagori kuning (mudah terbakar)," bebernya.
Namun, kata dia, ada satu hotspot yang masuk dalam katagori merah terpantau di Malinau. "Iya, hari ini (kemarin, Red) ada satu hotspot yang masuk katagori merah terpantau di Malinau," ungkapnya. (jai/eza) Editor : Azwar Halim