TANJUNG SELOR – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) untuk menindaklanjuti berbagai perencanaan yang sudah dibuat namun belum terealisasi. Salah satunya pembuatan kapal wisata.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara, Ahmad Hairani mengatakan, pembuatan kapal itu tetap akan dijalankan. Sebab, perencanaannya sudah ada. Hanya saja, untuk tahun ini memang belum dianggarkan karena masih terbentur dengan keterbatasan anggaran.
“Artinya, kalau sudah anggaran yang cukup di kita (pemprov), rencana ini akan dilanjutkan lagi untuk direalisasikan,” ujar Hairani kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Senin (11/2).
Langkah yang akan diambil Dispar saat ini, yaitu menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga. Harapannya ada pihak ketiga yang mau mengerjakan kapal wisata ini. Dalam perencanaan yang sudah ada, kebutuhan anggarannya sekitar Rp 12 miliar. “Itu (Rp 12 miliar, Red) sudah lengkap dengan isinya,” ungkap Hairani.
Artinya, ini akan lebih baik jika dikerjakan oleh pihak ketiga, agar pada pelaksanaannya pemerintah hanya tinggal mendorong serta memfasilitasi untuk percepatan pengerjaan dan kebutuhannya sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.
Adapun, desaian kapal wisata ini telah selesai dibuat dengan menggandeng Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Kapal yang direncanakan berbahan kayu itu berdaya tampung 150 orang dengan panjang mencapai 35 meter, lebar 7,5 meter, tinggi 3,5 meter, dan tinggi dek 30 meter.
Sementara, untuk kecepatan kapal itu diperkirakan antara 10 hingga 12 knot. Fasilitas di dalamnya juga akan dilengkapi ruang VVIP, ruang meeting, termasuk kantin dan guestroom. Rencananya, kapal wisata ini akan melayani rute Tarakan ke Nunukan, dan Malinau ke Tanjung Selor. Serta ada juga jalur dari Tarakan ke Maratua, Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).
Selain itu, pihaknya juga berencana untuk melakukan pengembangan Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan yang telah diserahkan ke provinsi. Termasuk juga direncanakan pengembangan destinasi pantai terumbu Karang Malingkit.
“Ini yang akan kita coba, kita akan mulai dari studi kelaikannya. Semoga itu bisa masuk di perubahan. Jadi di tahun depan bisa masuk ke pembuatan DED (detail engineering design),” pungkasnya. (iwk/eza)
Editor : Muhammad Erwinsyah