Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

UMKM Harus Tonjolkan Identitas Suku Asli Tana Tidung

Azwar Halim • Selasa, 23 Mei 2023 | 19:49 WIB
Photo
Photo
TANA TIDUNG - Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali membuka pelatihan memayet yang digelar Disperindagkop dan UMKM Tana Tidung yang di Pendopo Djaparuddin, Tideng Pale, Senin pagi (22/5).

Dalam sambutannya Ibrahim Ali mengatakan, sudah keharusan untuk menghidupkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah masing-masing. Menghidupkan UMKM merupakan salah satu nawacita pemerintah untuk mendongkrak perekonomian.

“Pemerintah harus hadir lewat APBD untuk menghidupkan UMKM. UMKM bisa hidup lewat kreativitas dan indentitas daerah yang memiliki ciri khas,” kata Ibrahim Ali.

Setiap daerah, menurut Ibrahim Ali, memiliki ciri khas berbeda. Di Tana Tidung ada dua suku asli yakni Tidung dan Bulusu. Seperti diketahui di Tana Tidung terdapat usaha batik. Batik harus dapat menonjolkan kearifatan lokal atau ciri khas suku asli Tana Tidung yakni Dayak Bulusu dan Tidung.

“Saya lihat kemarin saat expo dan pengumuman penghargaan pembangunan daerah, Tana Tidung masih banyak tertinggal, kita tidak berani mengekspos potensi yang ada di daerah kita masing masing. Kenapa? Karena kita tidak fokus, anggaran yang diberikan ke Disperindagkop untuk pembinaan dan pelatihan untuk menghidupkan UMKM kecil,” jelas Ibrahim Ali.
Bahkan Tana Tidung jauh tertinggal dengan UMKM Kabupaten Malinau yang sudah go nasional secara kualitas padahal sama sama penghasil rotan.

“Sering saya bilang jangan pernah gengsi dan malu, ketika ada kabupaten di Kaltara yang bisa jauh lebih baik, maka tidak ada alasan untuk kita belajar ke mereka,” kata Ibrahim Ali.

Kenapa Tana Tidung tidak seperti Malinau? Karena pemerintah tidak hadir memberikan anggaran kepada UMKM, karena itu mulai sekarang Disperindagkop akan menjadi salah satu program unggulan dalam hal organisasi perangkat daerah (OPD) selain Dinas PU, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan lainnya.


“Ini untuk memperkenalkan UMKM Tana Tidung secara nasional, tapi kunci kesuksesan itu harus ada keseriusan, jangan main main, nanti dikasi uang banyak terlana,”tutupnya.
Sementara Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tana Tidung, Vamelia Ibrahim mengatakan, kegiatan pelatihan memayet merupakan usulan pihaknya ke Disperindagkop Tana Tidung.
“Kenapa saya mengangkat produk baju dan tas, karena nanti akan ada payet dan maniknya,” ujar Vamelia.

Selanjutnya, membordir dan pengadaan mesin bordir agar ke depan bisa bersaing dengan daerah lain.


“Kenapa saya memilih batik tidak tas rotan dan lain lain, karena kalau kita lihat tas rotan sudah ada di Malinau, tak usahlah angkat tas rotan cukup di Malinau, cukuplah kami mengangkat batik yang dipayet dan bordir,” sebutnya.

Promosi akan dilakukan oleh Dekranasda termasuk dirinya bersama dengan istri wakil bupati Diana Hendrik. Termasuk penggunakan produk UMKM.
“Hanya masalahnya kita dulu kurang fokus, masalah anggaran pembatikan dan lainnya. Insyaallah ke depan siapkan untuk itu,” tutupnya.(ana) Editor : Azwar Halim
#kaltara #Tana Tidung