Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Puluhan Pengendara Tampak Kecewa, Penutupan Jalan Wika ke Balikpapan Baru Dinilai Sepihak

Radar Tarakan • Kamis, 6 Februari 2025 | 13:00 WIB

 

Syahrul/KP DITUTUP: Jalan Perumahan Wika ke Balikpapan Baru yang ditutup.
Syahrul/KP DITUTUP: Jalan Perumahan Wika ke Balikpapan Baru yang ditutup.

BALIKPAPAN — Banyak warga heran melihat jalur alternatif dari Perumahan Wika menuju Balikpapan Baru, begitu juga sebaliknya, yang ditutup total.

Pasalnya, jembatan Tamansari Bukit Mutiara I Wika yang baru dibuat dan diresmikan Pemerintah Kota Balikpapan tidak berfungsi selama 14 hari, terhitung mulai 31 Januari 2025.

Dari pantauan Kaltim Post di Jembatan Tamansari Bukit Mutiara I Wika pada Selasa (4/2), banyak pengendara yang tidak mengetahui penutupan jalur alternatif dan terpaksa putar balik karena tidak bisa melintas.

Hal ini membuat, pengendara tampak kecewa karena sudah memasuki jalur alternatif dari arah Perumahan Wika menuju Balikpapan Baru, tetapi jalannya justru ditutup.

“Aduh, mutarnya jadi jauh lagi. Ada jalur lain yang lebih dekat, nggak?” ujarnya kepada warga di sekitar jembatan.

Karena tidak ada jalur alternatif, pengendara itu terpaksa berputar arah kembali, padahal jalur tersebut seharusnya memudahkan masyarakat. Selain itu, salah satu warga Asroni, menyampaikan, harusnya akses jalan ini bisa dilewati oleh masyarakat.

“Biar sama-sama bisa menikmati akses jalan ini, (jadi) harusnya dibuka saja, agar bisa lewati,” ungkap saat mau melintasi jalur alternatif dari Perumahan Wika ke Balikpapan Baru, namun aksesnya ditutup total.

Sebab, jalan ini merupakan jalur alternatif yang akan memberikan kemudahan masyarakat.

“Jadi kalo menurut saya, ya kita sebagai masyarakat biar sama-sama bisa menikmati hasil pembangunan di Balikpapan. Biar kita sama-sama enak lah,” ujarnya.

Asroni berharap jalur ini bisa segera dibuka lagi, terlebih sudah ada jembatan yang baru saja dibangun pemerintah.

Meskipun jembatan ini telah diresmikan oleh Pemerintah Kota Balikpapan pada 20 Januari 2025. Akan tetapi jembatan baru itu tidak berfungsi lama dan harus ditutup kembali selama dua minggu.

Asroni menyampaikan, baiknya jalur alternatif ini dibuka, agar masyarakat dapat mengaksesnya. Kata dia, jika sudah dibuka bisa dibatasi untuk aksesnya. Misalnya mobil dengan kapasitas yang besar dilarang untuk melewati jalur perumahan ini.

“Kalau roda dua aja saya pikir enggak masalah sebenarnya. kecuali kendaraan besar yang bermuatan berat seperti truk atau apa, itu dilarang kalau menurut saya,” tuturnya.

“Karena masuk wilayah perumahan kan, tapi kalau sepeda motor saya kira enggak ada masalah, karena enggak terlalu berat kan,” sambungnya.

Sementara itu, Lurah Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara angkat bicara soal penutupan jalur alternatif dari arah Perumahan Wika ke Balikpapan Baru. Ia mengklaim bahwa penutupan jembatan Tamansari Bukit Mutiara I Wika, dilakukan sepihak oleh warga setempat.

“Label penutupan jalan yang mencantumkan Lurah Gunung Samarinda Baru dan Camat Balikpapan Utara itu tidak betul adanya, karena penutupan tersebut dilakukan sepihak oleh warga yang ada di Perumahan Wika,” kata Lurah Gunung Samarinda Baru, Yulita Kusuma, kepada Kaltim Post pada Selasa (4/2).

Menurutnya, warga berharap kepada Camat Balikpapan Utara untuk melakukan mediasi bersama dengan warga yang ada di Praja Bhakti agar dapat membuka akses jalan di kawasan tersebut.

Yulita menyatakan, mengenai masalah penutupan jembatan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan warga setempat untuk menyelesaikan masalah ini.

“Kami telah konfirmasi dengan warga Praja Bhakti dan bersama Camat Balikpapan Utara akan koordinasi dengan OPD Teknis, seperti Dinas PU dan Dinas Perhubungan, untuk mendapatkan rekomendasi teknis terkait pemanfaatan, perencanaan, dan pembangunan jembatan,” papar Yuliati.

Dia menegaskan, bahwa pihak yang berhak memberikan penjelasan terkait masalah jembatan Tamansari Bukit Mutiara I Wika adalah OPD Teknis.

“Sedangkan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) juga akan menyampaikan konfirmasi terkait site plan perumahan. Kami selaku kepala wilayah hanya memfasilitasi mediasi,” jelasnya.

Baca Juga: Longsor dan Banjir Masih Menghantui Balikpapan

Yulita berharap, hasil mediasi terkait jembatan ini agar bisa segera disampaikan kepada masyarakat oleh OPD terkait.

“Kami berharap, dalam durasi waktu kurang lebih sekitar dua minggu mendapatkan jawaban pasti, sehingga dapat di umumkan secepatnya hasil mediasi tersebut bersama OPD teknis,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua RT 15 Perumahan Wika Tamansari Bukit Mutiara, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Slamet Imam Santoso, menjelaskan,mengenai penutupan jembatan ini merupakan kesepakatan dengan instansi terkait.

“Karena ada satu kesepakatan di TKP malam itu antara saya, Bu Lurah Gunung Samarinda Baru, Dishub Balikpapan, dan instansi terkait,” ujarnya.

Pertemuan ini menyepakati bahwa jika dalam waktu 14 hari belum ada keputusan, maka jalan ditutup terlebih dahulu.

“Nah, kemudian setelah rapat di Pemda kemarin, Pak Camat dan Bu Lurah mengambil keputusan bahwa perlu dilakukan investigasi dan kajian ulang mengenai jalur masuk kendaraan jika Jalan Praja Bhakti ingin digunakan,” papar Slamet.

“Itu saya dapat info dari Bu Lurah Gunung Samarinda Baru. Makanya kami sampaikan kepada publik untuk menunggu keputusan itu, jadi selama 14 hari jalan ditutup,” pungkasnya.(kpg/jnr)

Editor : Azwar Halim
#pemerintah #alternatif #penutupan jalan #balikpapan